Menghafal Alquran memerlukan perjuangan yang besar. Jika tidak memiliki motivasi yang kuat, alih-alih menyelesaikan hafalan, bisa-bisa berhenti di tengah jalan.
Inilah salah satu nilai yang ditanamkan para guru kepada santri Kuttab Al Fatih Cileunyi dalam menghafal Alquran. Lelah dan rasa kantuk yang mendera saat menghafal menjadi ujian keseharian.
Seperti yang dirasakan Dzikiya Muhammad Rosikhul Ilmi, santri Qanuni dua ikhwan. Keinginannya untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orangtuanya di akhirat, menjadi motivasi terbesarnya dalam menghafal Quran.
“Ingin mengajarkan Alquran kepada banyak orang,” aku Dzikiya, mengungkapkan harapan lainnya.
Salah satu rintangan lain yang harus dihadapi adalah perjalanannya pergi ke sekolah. Meskipun tidak terlalu jauh jaraknya, rute menuju Kuttab yang acapkali menanjak juga membuat dirinya lelah sebelum memulai belajar.
Namun, semua rintangan itu ia hadapi dengan rasa gembira. Karena Dzikiya sangat kerasan menimba ilmu di Kuttab Al Fatih.
Setali tiga uang dengan Dzikiya, Harun, santri Qanuni dua ikhwan juga sangat bersyukur bisa bersekolah di Kuttab Al Fatih. Harun yang sangat menyukai pelajaran matematika ini juga, ingin menjadi ulama di Indonesia.
“Di sini, semoga berhasil menghafal 30 juz. Aku juga ingin menjadi ulama besar yang mengajakan Islam dan Alquran,” tutupnya. []



