Sejak cuitan Mesut Ozil di Twitter tentang muslim Uyghur mencuat, perhatian dunia kembali menyoroti penderitaan etnis Uyghur di China.

Namun tahukah Sahabat, persekusi dan diskriminasi pada etnis Uyghur ini sebenarnya telah berlangsung dekade lalu.

Namun kondisi yang terjadi justru tidak semakin membaik. Bahkan sebaliknya, kini, lebih dari 1 juta etnis Uyghur dijebloskan ke kamp penahanan khusus di Xinjiang Barat.

Di dalam kamp-kamp ini, para muslim Uyghur disiksa secara fisik dan mental. Serta dipaksa belajar bahasa Mandarin dan diarahkan untuk meninggalkan keyakinan iman mereka. Karena itu di wilayah ini masjid-masjid disegel, Al Quran dihancurkan, dan akses madrasah ditutup.

Tak hanya kebebasan beribadah yang terenggut, masing-masing anggota keluarga dipisah untuk menjalani cuci otak yang mengerikan.

Sahabat, kejadian yang menimpa muslim Uyghur menorehkan luka pada hati kita. Kita tidak bisa berdiam diri saja melihat kekejaman yang terjadi pada saudara seiman kita di sana.

Terus doakan agar Allah membukakan jalan bagi kita untuk dapat menolong mereka. #WeStandWithUyghur

“Sehebat-hebatnya senjata di tangan seorang mukmin adalah doa. Maka janganlah bakhil mendoakan saudara-saudaramu.” (Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lam An Nubala’)

Source: hidayatullah.com

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!