Kriteria Usaha yang Sudah Wajib Zakat Perdagangan

Artikel Zakat, Berita

Sahabat yang berprofesi sebagai entrepreneurship, sudah menunaikan zakat perdagangannya belum?

Zakat perdagangan juga termasuk ke dalam jenis zakat harta (mal) yang wajib dikeluarkan.

Lantas, apa saja kriteria usaha yang sudah wajib membayar zakat perdagangan?

Apabila telah mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan berlalu satu tahun Hijriyah (haul), maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.

Adapun harta perdagangan yang dikenakan zakat, dihitung dari aset lancar usaha dikurangi hutang yang berjangka pendek (hutang yang jatuh tempo hanya satu tahun). Jika selisih dari aset lancar dan hutang tersebut sudah mencapai nisab, maka wajib dibayarkan zakatnya.

Dari Samurah bin Jundab: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan sedekah dari barang yang kami sediakan untuk perniagaan.” (HR Abu Daud dan Baihaqi)

Cara menghitungnya; Kekayaan dalam bentuk barang (stok barang yang diperjualbelikan) + Laba (berupa modal dan keuntungan, baik kas maupun bank, termasuk piutang) – Kewajiban (operasional, hutang, pajak, dan lain-lain) x 2,5 %

Contoh :
Seorang pedagang pada akhir tahun, memiliki total nilai barang dagangan sebesar Rp 200jt, laba bersih sebesar Rp 50jt. Sementara itu, ia memiliki utang dagang sebesar Rp 100jt. Zakat yang wajib dia keluarkan ialah : (200 juta – 100 juta + 50 juta) x 2,5% = Rp 3.750.000.

Jika Sahabat punya pertanyaan seputar zakat, infak, sedekah, wakaf, silahkan menghubungi Sinergi Consultant melalui whatsapp 081 321 200 100.

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!