Jutaan anak Indonesia masih belum mengecap kemerdekaan dalam pendidikan. Mimpi yang mereka gantungkan begitu tinggi, seringkali menabrak tembok ekonomi.

Sebagaimana cerita yang dituturkan Siti Hajar, gadis 19 tahun yang nyaris melepaskan mimpinya untuk berkuliah. Ketiadaan uang untuk membayar biaya kuliah membuatnya harus ke sana kemari menebalkan muka, demi mencari pinjaman dan bantuan untuk membayar uang kuliah.

Tak sampai hati dirinya memaksa sang ibunda yang bekerja membantu tetangga berjualan nasi goreng untuk mengupayakan biaya kuliah. Penghasilan yang didapat ibunya bahkan tak dapat menutup kebutuhan keluarga sehari-hari.

Selama ini, ia telah begitu gigih berjuang untuk keluarga. Ia pernah menjadi badut di alun-alun, hingga ikut berjualan nasi goreng sampai larut malam. Jejak prestasinya tercetak sejak masih di tingkat SMP, ia dikenal selalu mendapat ranking dan menguasai hafalan Alquran 5 juz.

Tapi, karena ekonomi, langkahnya hampir terhenti. Hati rasanya teriris ya, Sahabat, anak secerdas dan segigih ini sudah seharusnya berkesempatan menggenggam masa depan yang lebih baik.

Dan kebaikan pun menemukan jalannya kepada Siti Hajar. Pada lembaga yang dahulu juga mendukung proses kelahirannya ke dunia, Siti Hajar menemukan jawaban.

Alhamdulillah, Siti Hajar berhasil melunasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) pertamanya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Semuanya karena aksi nyata yang Sahabat berikan untuk mencerdaskan bangsa.

Kita doakan ya, Sahabat, semoga Siti Hajar dapat terus tumbuh lebih baik dan sukses.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!