Di naungan rumah berdinding bambu inilah Bu Lilis Rohaeti beserta keluarganya tinggal. Untuk sehari-hari, sang suamilah, Pak Nurodin yang juga akrab disapa Mang Nunur, yang mencari nafkah dengan bekerja di rumah tetangganya.
Di masa pandemi, kita sering mendapati, orangtua habis kesabaran saat mendampingi anak-anak belajar di rumah. Padahal, bukankah pendidikan pertama itu datang dari rumah?
Izmi terlahir dengan anggota tubuh yang lengkap. Namun qadarullah saat usianya menginjak SMP Izmi harus merelakan kaki kirinya diamputasi akibat terjatuh dari kereta yang dinaiki.
Sahabat, berdayanya petani binaan di Compreng Subang dapat dilihat di foto ini. Setiap bulan, puluhan ton dipasok untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Gadis kecil dalam video ini terlihat bersemangat sekali ya, tak nampak rasa lelah di sorot matanya. Padahal ia baru saja menjalani pengobatan di rumah sakit loh.
Sebagian dari hasil wakaf produktif (yang digulirkan melalui bisnis kuliner, properti, dan lainnya), keuntungannya disalurkan untuk membangun sumber-sumber air di pelosok Jawa Barat.
Berbeda dengan aturan pemakaman lain yang mengharuskan membayar iuran pemeliharaan setiap tahunnya, seluruh operasional di FMP didanai dari hasil wakaf produktif yang dikelola Sinergi Foundation lho.