wakaf

Berwakaf Tanpa Menanti Tua

Memperkaya tabungan pahala tak perlu ditunda hingga usia tak lagi muda. Selagi ada kesempatan dan umur, seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beramal shaleh.

Bahkan, Allah amat menyukai anak muda yang memaksimalkan sebagian besar waktunya untuk beribadah dan beramal shaleh.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah (**nafsu yang buruk).” (HR Ahmad)

Begitu pun dalam melaksanakan wakaf. Jika wakif (orang yang berwakaf) telah memenuhi persyaratan, maka secara sah dapat mengikrarkan harta benda miliknya untuk wakaf. Jadi tidak perlu menunggu sampai badan jadi sepuh ya, Sahabat.

Adapun syarat seorang wakif diantaranya; berakal sehat, tidak terhalang melakukan perbuatan hukum, dan merupakan pemilik sah harta benda wakaf. Karena itu, siapapun yang telah memenuhi syarat tersebut sudah dapat berwakaf secara sah.

Sahabat, semakin awal kita menunaikan wakaf, makin banyak pula pahala kebaikan yang akan kita dulang di hari Akhir. Sebab, wakaf juga termasuk amalan sedekah jariyah yang akan kita bawa pulang ke tanah akhirat.

“Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by