Pandemi COVID-19 mengubah hidup begitu banyak orang. Asep Sudrajat termasuk dalam kategori yang menerima dampak negatif wabah tersebut. Ia yang semula bekerja sebagai sopir pribadi kemudian harus kehilangan pekerjaan tersebut.
Dan hingga kini, ia masih belum mendapat pekerjaan yang penghasilannya setara dengan pekerjaan tersebut. Padahal, setelah pandemi pun hidup masih terus berjalan dan ia punya keluarga yang harus meneruskan kehidupan seperti sebelumnya.
Ke sana kemari, ia mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga. Namun, yang didapatnya adalah pekerjaan sebagai buruh cuci motor yang penghasilannya hanya berkisar antara 15.000-30.000/hari.
Penghasilan yang begitu terbatas dan masih harus dibagi untuk begitu banyak keperluan hidup membuat Asep Sudrajat tak berdaya. Terpaksa ada beberapa hal yang dikorbankan, seperti biaya sekolah Randi, sang anak. Meski tak ingin, terpaksa Asep menunggak biaya sekolah anaknya.
Tapi, usahanya tidak berhenti. Segala cara tetap ia coba lakukan agar bisa membayar biaya sekolah Randi.
Alhamdulillah, Allah tunjukkan jalan melalui kebaikan hati Sahabat Sinergi, yang menitipkan sebagian hartanya melalui zakat dan sedekah. Randi mendapatkan bantuan berupa partisipasi biaya pendidikan.
Bak oasis di padang pasir, bantuan ini menjadi harapan bagi Randi dan Asep Sudrajat untuk terus berjuang demi hidup yang lebih baik. Semoga saja jalan mereka dilancarkan ya, Sahabat.
Oh ya, kamu juga bisa lho ikut menitipkan sedekah untuk warga dhuafa yang membutuhkan!
Klik dailysedekah.id
Kamu juga bisa transfer ke:
💳 BSI 700 098 2158 a.n. Sinergi Foundation
Informasi dan konfirmasi, hubungi:
0851-1762-1366 – Kang Dini



