Awardee Impact Entrepreneur Belajar Peka Permasalahan Sosial

Berita

Home » Berita » Awardee Impact Entrepreneur Belajar Peka Permasalahan Sosial

Menjadi sosial entrepreneur tak cukup jika hanya bermodal ilmu pengelolaan bisnis. Ia juga harus membekali diri dengan kemampuan analisis kondisi sosial masyarakat yang terjadi.

Pada pembekalan lanjutan, para Awardee Impact Entrepreneur (IE) ini dikenalkan dengan Social Hackathon.

“Selama 1 hari ini mereka dibimbing untuk proses kristalisasi ide dari hasil observasi selama sebulan di lapangan. Dari potensi dan tantangan di desa, apa yang bisa mereka bantu di masyarakat melalui usaha yang akan dibentuk,” papar salah satu mentor IE, Haris Setiawan.

Selain membuat prototype usaha, para awardee ini juga diminta untuk membuat peta wilayah desa sederhana yang akan mereka kembangkan. Tujuannya, agar dapat dipetakan dan lebih terstruktur.

“Social context map itu gunanya untuk memetakan kontekstual yang terjadi di sana. Ada tren apa di sana, baik itu secara ekonomi, lingkungan, kebijakan, hingga kekhawatiran yang dihadapi masyarakat. Jangan sampai, setelah merumuskan solusi, ternyata masalahnya sudah beres. Atau kita gagal untuk memahami kontekstualnya, akhirnya malah bertransformasi menjadi masalah baru.”

Pun seorang social entrepreneur, lanjut Haris, harus jeli dengan kondisi demografis desa yang akan dikembangkannya. “Untuk daerah tertentu, ada wilayah terlarang atau hutan adat, itu juga harus dipetakan. Jangan sampai kehadiran kita malah merusak tatanan sosial di sana.”

Wah, ternyata membangun social entreprise di desa gak bisa sembarangan ya, Sahabat. Semoga ikhtiar teman-teman kita untuk membangun desa diberi kemudahan dan kelancaran, aamiin.

Oh iya Sahabat, seluruh kegiatan Awardee Impact Entrepreneur ini disokong dari #SinergiZakat kita lho! Yuk, dukung terus perjuangan para awardee ini untuk mengembangkan desa dengan menyalurkan zakat di Sinergi Foundation! []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by