Bermuhasabah akan Ujian Hidup

Berita

Home » Berita » Bermuhasabah akan Ujian Hidup

Mengarungi bahtera kehidupan terkadang membawa kita terperosok dan jatuh dalam berbagai kesulitan. Begitu peliknya kesulitan tersebut, hingga bisa membuat dada menjadi sesak.

Meski begitu, menurut Ust. Budi Prayitno, ada sebagian orang, walaupun tengah terdera masalah, tapi tetap menampakkan kebahagiaan.

“Apa yang menjadikan orang tersebut terlihat tenang ketika menghadapi ujian kehidupannya? Padahal problemnya bukan perkara mudah. Namun tak ada perasaan kecewa apalagi amarah, diterima saja dengan ikhlas. Jawabannya, karena ada kesadaran bahwa seluruhnya adalah ketentuan yang sudah Allah tetapkan,” papar Ust. Budi di gelaran kajian bulanan Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Holis, Bandung, (26/09/2019).

Karena itu, lanjut Ust. Budi, ketika menghadapi kesulitan, tak sepatutnya mengeluh tapi senantiasa bersabar. Sebab, diantara sempurnanya nikmat Allah pada hamba-Nya yang beriman, adanya ujian.

“Dengan datangnya kesulitan, justru menjadikan ibadah terasa nikmat. Karena ketika beribadah, sepenuhnya berserah diri meminta pertolongan Allah. Nangis waktu mengaji, nangis waktu shalat tahajud, bahkan menikmati setiap sunnah yang dikerjakan. Bisa jadi, inilah cara Allah untuk mendekatkan kembali kita kepada-Nya, karena sudah terlalu lekat dengan dunia,”

Pun pada kesempatan tersebut, Ust Budi memaparkan kisi-kisi yang bisa menjadikan kesulitan hidup menjadi kebahagiaan;

  1. Lepaskan diri dari pemikiran bahwa kesulitan yang menimpa kita berasal dari perbuatan makhluk, sebab semua itu merupakan ujian dari Allah. Bukan kesalahan siapa-siapa.

  2. Lakukan introspeksi diri, muhasabah (tahfid), serta evaluasi diri sambil berserah diri kepada Allah.
    “Apa kiranya yang menyebabkan hidup kita susah? Bisa jadi ujian yang Allah berikan itu untuk menggugurkan dosa-dosa kita selama hidup di dunia,” pungkas Ust. Budi.

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by