Di setiap zaman, problem kemiskinan akan selalu muncul, tak terkecuali pada masa dinasti Islam. Meski demikian, kehidupan masyarakat miskin ini amat terjamin, Sahabat.

Orang-orang dari kalangan dhuafa tersebut tak sulit mengakses pendidikan, atau berobat ke rumah sakit. Karena semuanya dapat dinikmati secara gratis. Bahkan ketika pulang, mereka mendapat uang saku dan bekal kebutuhan pokok.

Misalnya bidang pendidikan pada masa Abbasiyah. Di masa ini, banyak sekolah-sekolah yang dibangun dari dana wakaf. Sekolah-sekolah wakaf pun tersebar di wilayah, baik di perkotaan maupun daerah terpencil. Sebagian dari sekolah ini serupa dengan fakultas dan perguruan tinggi internasional yang diminati oleh para pelajar muslim dan non muslim dari segala penjuru.

Sekolah pertama dibangun di Damaskus pada tahun 391 H oleh Syujauddaulah Shadir bin Abdillah bernama Madrasah Ash-Shadiriyyah. Lalu setelah itu diikuti dengan pembangunan sekolah lainnya. Wakaf dialokasikan untuk pelajar dan para syekh secara berkelanjutan termasuk makanan dan minuman. Dan hal-hal lain yang bisa memudahkan mereka mencari ilmu pun terpenuhi.

Adapun sekolah wakaf paling masyhur di masa itu adalah Al-Madrasah Al-Mustanshiriyyah (dibangun 631 H). Ini merupakan perguruan terbesar dan maju dalam sejarah Islam dan seluruh dunia. Yang mengagumkan bahwa sekolah ini dibangun dan dibiayai dengan dana jutaan dinar dan dirham di saat kaum Tatar menginvasi dunia Islam. Ini menunjukkan bahwa Khilafah Abbasiyyah sangat memperhatikan ilmu dan para pelajar yang mencari ilmu.

Sebagai gambaran, Al-Madrasah Al-Mustanshiriyyah dibangun dan mengacu pada 4 Mazhab. Dari setiap kalangan terdapat 62 ahli fikih, 4 asisten, guru untuk setiap mazhab, syekh hadis, dan 2 orang qari, 10 penyimak, syekh medis, dll. Semuanya telah ditetapkan bagiannya dari makan sampai kebutuhan dan lainnya.

Pada masa peradaban Islam itu para pelajar begitu gigih dalam menempuh perjalanan dan mereka mengeluarkan biaya yang besar dan berharga untuk mencari dan menggapai ilmu. Maka dari itu banyak gubernur dan pejabat berwenang yang sangat antusias dalam mengembangkan wakaf secara berkelanjutan bagi para pelajar, lantaran kedudukan mereka yang begitu terhormat dalam peradaban Islam.

Mengapa bisa begitu?

Ini semua karena adanya peranan wakaf, Sahabat. Ketika itu, Kuttab (setara SD), perguruan tinggi, pasar, rumah singgah, bimaristan (rumah sakit), hingga gaji pekerjanya, seluruhnya dibiayai dari wakaf produktif. Masya Allah

Kita pun bisa melakukan hal yang sama hari ini melalui wakaf. Tak hanya mensejahterajan masyarakat, amal wakaf ini juga akan menjadi amal jariyah kita di akhirat nanti. Kebayang dong, pahalanya bakal sebanyak apa?

Yuk wakaf sekarang, dan buat banyak kebaikan!

Untuk wakaf via transfer :
Syariah Mandiri 700.098.3459
a.n Sinergi Foundation

BCA 008.305.3477
a.n Yayasan Semai Sinergi Umat

Hubungi kami untuk info dan konfirmasi transfer :
Whatsapp/SMS 081 321 200 100
www.sinergifoundation.org

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!