Bagi sebagian orang, sakit bisa menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Namun bagi Pak Jajang (Cileunyi), sakit bukanlah penghalang. Siapa lagi yang akan menopang hidupnya kalau bukan dirinya sendiri?

Sudah lebih dari 13 tahun Pak Jajang menderita stroke. Geraknya terbatas, langkahnya tak lagi bebas. Kesulitan mencari nafkah membuatnya harus menanggung luka yang lebih dalam—kehilangan istri dan anak.

Kini, bersama adiknya, Pak Dadan, beliau bertahan hidup dengan bekerja sebagai pencari barang bekas. Penghasilan mereka sangat minim, hanya sekitar Rp20.000 – Rp40.000 per hari. Jumlah itu masih harus dibagi untuk kebutuhan keluarga Pak Dadan yang lain.

Tak jarang, mereka harus melewati hari dengan perut kosong. Bukan karena berpuasa, tetapi karena tak ada uang untuk membeli makanan. Bayangkan, bagaimana rasanya menahan lapar di tengah kondisi tubuh yang lemah?

Namun di balik kesulitan itu, ada secercah harapan. Berkat sedekah dari para donatur, kebutuhan dasar pangan mereka sedikit demi sedikit bisa terpenuhi. Sinergi kebaikan ini menjadi bukti nyata bahwa sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, bisa sangat berarti bagi saudara kita yang sedang berjuang hidup.

Terima kasih atas setiap rupiah kebaikan yang sudah Anda titipkan melalui Sinergi Foundation. InsyaAllah, bantuan pangan ini akan terus menyapa lebih banyak dhuafa yang masih harus bertahan hidup di tengah keterbatasan.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!