“Masa Ustadz jualan?” Pertanyaan ini yang ada di benak Ustadz Ade Supriatna waktu baru mulai berjualan sate keliling.

Tapi, rasanya itu pertanyaan yang wajar ya, Sahabat?

Bukan karena Ustadz Ade menganggap berjualan itu lebih rendah dari pekerjaannya sebagai guru ngaji. Barangkali, Ustadz Ade cuma tidak tahu harus bagaimana menghadapi orang-orang yang sudah telanjur mengenalnya sebagai Ustadz.

Untungnya, beliau tidak menyerah hanya sampai di pertanyaan itu. Dan setelah berjualan sate selama kurang lebih 6 bulan, ia merasakan sendiri manfaatnya yang besar.

Ia dapat mencukupi kebutuhan hidup tanpa harus bergantung pada biaya mengaji yang dibayarkan dari anak-anak didiknya. Beliau juga jadi punya lebih banyak kenalan karena saat berjualan keliling dimanfaatkannya untuk menyambung silaturahmi.

Walau sempat merasa gengsi, kini Ustadz justru lebih berambisi. Ia berencana menambahkan dagangan lain, yakni sop. Targetnya satu: agar bisa hidup mandiri semaksimal mungkin.

Masya Allah ya, Sahabat. Kalau kamu mau tahu, cerita ini bisa terwujud karena kontribusi zakatmu, lho!

Dana zakat yang Sahabat titipkan, bertransformasi menjadi modal berjualan dan pendampingan untuk mendorong orang-orang seperti Ustadz Ade meningkatkan taraf hidup.

Seneng kan kalau tahu zakatmu bikin orang jadi berdaya?

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!