Memperkaya ilmu bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan. Setiap ilmu yang didapat dari majelis, layaknya air yang menyiram dan menumbuhkan tumbuhan, menumbuhsuburkan pula iman dalam hati.

Pada kesempatan SF Mengaji hari Rabu (24/9) kemarin, Ustadz Maman menyajikan materi tentang Ketakwaan dalam Hati.

“Ketakwaan yang sesungguhnya adalah yang berasal dari dalam hati,” tuturnya, yang disimak oleh puluhan amil-nazhir Sinergi Foundation yang mengisi ruang Masjid Al-Lathiif.

Dalam pemaparannya, Ustadz Maman menyampaikan, terdapat dua jenis ketakwaan, yakni ketakwaan dalam hati dan ketakwaan anggota badan. Takwa dalam hati lah yang sesungguhnya, sementara takwa anggota badan bisa saja hanya dusta ataupun pura-pura.

Ustadz Maman juga mengingatkan, hati seorang Muslim harus senantiasa diisi dengan takwa. Sebab hati yang tak diisi takwa akan dihinggapi syahwat yang menuntun pada maksiat.

Semoga kita dapat menjadi Muslim yang senantiasa menjaga takwa dalam hati.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!