Sepanjang hidupnya, Pak Pi’i selalu memegang teguh prinsip jangan sampai keterbatasan yang dimilikinya menjadi pembatas baginya dalam meraih kesuksesan.
Dengan segenap upaya, ia selalu berusaha untuk mendobrak setiap batasan yang ada di hadapannya. Ia berjuang mencari pekerjaan agar bisa menghidupi diri sendiri dan keluarganya. Ia menempuh pendidikan tinggi untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
Bermodalkan tekad kuat dan kesungguhan beserta donasi kebaikan dari Sahabat Sinergi sebelumnya, Pak Pi’i berhasil menyelesaikan kuliahnya. Ia lulus sebagai Sarjana Manajemen Pendidikan Islam pada bulan September 2024 ini. Sudah menggenggam gelar sarjana, seharusnya perjuangan Pak Pi’i dalam mencari pekerjaan tak seterjal sebelumnya.
Sayangnya, ia masih memiliki tunggakan biaya kuliah sehingga Pak Pi’i masih belum mendapatkan ijazah. Padahal, ijazah menjadi syarat penting yang harus dimiliki bila ingin mendapatkan pekerjaan.
Ikhtiarnya kembali menemui rintangan. Sembari terus berusaha melamar, Pak Pi’i berusaha mencari penghasilan lewat berjualan keripik.

Setiap harinya, sambil menjajakan keripik dagangan, Pak Pi’i tetap memelihara harapan akan hidup lebih baik yang diyakininya masih menunggu di depan sana.
Sahabat, perjuangan Pa Pi’i hanyalah satu dari banyaknya kisah perjuangan dhuafa lainnya demi bisa menjalani hidup. Ayo bantu perjuangan mereka!
