Berobat gratis, sekolah gratis, tempat menginap gratis, sampai air pun turut bisa dinikmati dengan gratis. Begitulah kira-kira gambaran keberhasilan pengelolaan wakaf di zaman keemasan Islam tempo dulu.

Rumah sakit, sekolah, penginapan, dan sumber air hanyalah segelintir diantara banyaknya fasilitas publik yang disokong dari dana wakaf. Dari zaman Rasulullah sampai daulah-daulah Islam setelahnya, wakaf memegang peranan penting dalam membangun peradaban Islam, khususnya dalam menopang dan menguatkan perekonomian.

Keagungan wakaf ini salah satunya tercermin di era Daulah Ustmani. Melalui sistem wakaf, Turki Ustmani sukses mewujudkan kemakmuran yang merata. Wakaf menjadi salah satu praktik keagamaan yang berdampak besar di sana. Bahkan ketika negara sedang dalam situasi sulit akibat peperangan, gagal panen, dan sebagainya, lembaga-lembaga wakaf menyediakan berbagai layanan sosial untuk masyarakat.

Warga yang membutuhkan dipersilakan untuk mendatangi toko roti di kompleks kulliye dekat Hagia Sophia untuk bisa mendapatkan makanan gratis. Begitu pula warga yang sakit dapat berobat gratis di setiap rumah sakit yang dibangun dari wakaf.

Melihat betapa luar biasanya peran wakaf tersebut, sebagai salah satu lembaga pengelola wakaf di Indonesia, Sinergi Foundation menilai penting bagi kita sebagai umat muslim untuk kembali menghidupkan sunnatullah ini. Islam mengajarkan kita untuk peduli dengan kesejahteraan sosial. Maka wakaf merupakan salah satu jalan untuk kita mencapai itu.

Sebagaimana hakikat wakaf, yaitu menyerahkan harta milik pribadi untuk dikelola demi kepentingan umum dengan tujuan mengharapkan ridha Allah, maka penting untuk mengetahui pengelolaan aset wakaf tersebut agar terus bisa produktif.

Untuk itu, Sinergi Foundation menggelar “Sinergi Wakaf Forum : Pengelolaan Wakaf di Indonesia dan Singapura” sebagai wadah diskusi sekaligus peningkatan literasi wakaf di tengah masyarakat.

“Forum ini diharapkan bisa membuka pandangan kita terkait urgensi pengelolaan wakaf. Bahwa sejatinya wakaf bisa menjadi instrumen mengatasi kemiskinan apabila dikelola dengan benar dan tepat”, tutur CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Sinergi Wakaf Forum digelar pada Sabtu (26/3/2022) di Aula Kampus Institut Tazkia Bogor. Forum ini melibatkan beberapa narasumber dari Indonesia dan Singapura, yaitu CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan ; Kepala LPPM Institut Tazkia, Nurizal Ismail, MA; Anggota Badan Wakaf Indonesia, H. Hendri Tanjung, Ph.D ; Dewan Anggota MTFA Singapura, H. Abdullah Ibn Omar Al Saqqof ; dan Mitra Strategi Warees Singapura, Dr. John HC YIP.

Forum ini juga menjadi ajang launching program Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park yang kembali dibangun di Kabupaten Bogor.

Ini adalah program pemakaman berbasis wakaf yang  mengusung konsep asri, nyaman, dan sesuai syariah. Bogor menjadi lokasi ketiga dibagunnya Firdaus Memorial Park setelah sebelumnya dibangun di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung dan Ujung Berung, Kota bandung.

Dengan konsep wakaf, Firdaus Memorial Park menghadirkan pemakaman bagi si kaya dan si miskin dalam kompleks pemakaman yang sama. Dengan turut serta dalam program ini, pewakaf akan mendapat benefit berupa kavling pemkaman untuk dirinya dan keluarga, serta turut menyediakan pemakaman gratis bagi masyarakat dhuafa.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!