SINERGIFOUNDATION – Belum pulih kondisi Sumatera imbas musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi di akhir tahun 2025, kini Indonesia kembali diterpa duka yang mendalam. Kejadian serupa terjadi di wilayah Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu dini hari (24/1/26). Musibah yang menerjang puluhan rumah warga ini meninggalkan kerusakan yang berat di sekitar lokasi terdampak serta trauma mendalam bagi para korban yang selamat
Merespons bencana tersebut, Sinergi Foundation dengan sigap menurunkan tim aksi relawan beserta bantuan logistik ke lokasi terdampak bencana menggunakan dua unit kendaraan berupa mobil jenazah dan ambulans. Relawan yang berangkat terdiri dari dua orang tim program, satu orang dokumentasi, dan lima orang petugas pemulasaraan jenazah
“Begitu tiba di lokasi bencana, kami langsung bergerak sesuai tugas yang diamanahkan. Selain membantu proses evakuasi korban dan distribusi bantuan, juga membantu masyarakat sekitar melakukan pemulasaraan korban meninggal,” kata Kepala Bagian Program Pendistribusian dan Pendayagunaan, Haidar Junda Rabbani, yang mengawal tim aksi yang turun ke lokasi.
Haidar menambahkan, distribusi bantuan gawat darurat dilakukan di GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. “Kami membagikan 150 paket makanan siap saji, 10 dus air mineral, 35 alas tidur (kasur lipat), dan tiga dus pakaian layak pakai, itu campur ya, ada untuk pria atau wanita dewasa dan anak-anak juga,” jelasnya

Haidar menjelaskan, distribusi bantuan ini merupakan langkah awal untuk meringankan beban para penyintas. Akan tetapi, melihat beratnya situasi di lokasi yang belum menentu ini, sambungnya, akan ada banyak kebutuhan warga lainnya. Berdasarkan hasil assessment dari tim di lapangan, warga sangat menantikan dukungan tambahan berupa makanan siap saji, air minum, pakaian, selimut, tenda, dan paket kebersihan diri atau Hygene kit.
“Upaya ini akan terus kami tingkatkan dan evaluasi seiring dengan dinamika kondisi warga di pengungsian,” sambungnya.
Sementara itu, di lokasi bantuan, Yana selaku Sekretaris Desa Pasirlangu, secara langsung mengucapkan terima kasih kepada Sinergi Foundation, khususnya para donatur atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Menurutnya bantuan berupa makanan, minuman, kasur, maupun barang-barang lainnya sangat dibutuhkan para penyintas untuk menjalani kehidupan sehari-hari di posko bencana.
“Barang-barang ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Sungguh, bantuan yang diberikan Sinergi Foundation dan para donatur sangat membantu kami. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih,” tandasnya.
Bukan Sekadar Bantuan Logistik. Tapi Juga Memuliakan Jenazah di Tengah Bencana
Selain bantuan logistik, Tim Aksi Sinergi Foundation juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan korban meninggal agar pemulasaraannya tetap bisa dilaksanakan sesuai syariat di tengah keterbatasan. Haidar menjelaskan, pemberangkatan relawan kloter pertama ini, lima orang di antaranya merupakan petugas pemulasaraan jenazah profesional. Mereka tergabung dalam Tim Akhir Baik Sinergi Foundation, yang sudah mendapatkan pembinaan lewat program Paradaya Movement.
“Kami memastikan seluruh proses pemulasaraan dilakukan dengan ketentuan syariat, meski dalam kondisi serba terbatas di lokasi bencana,” tegas Haidar.
Guna mempercepat proses tersebut, Sinergi Foundation kembali mengirimkan tim pemulasaraan tambahan dari Akhir Baik pada Ahad (25/1/26). Dalam pelaksanaannya, Tim Akhir Baik langsung berkoordinasi dengan pihak MUI dan kepolisian setempat. Upaya ini, untuk menjamin setiap tahapan berjalan dengan penuh penghormatan, sesuai syariat, sekaligus mengikuti aturan protokol kebencanaan.

Sinergi Foundation melalui tim Akhir Baik berkomitmen untuk terus membantu dalam melakukan pemuliaan jenazah selama beberapa hari ke depan. Seiring dengan proses pencarian dan evakuasi korban yang masih terus berjalan, kebutuhan akan layanan pemulasaraan jenazah pun dinilai cukup besar. Hal ini lah yang menjadi fokus bantuan tim aksi di lapangan.
Adapun mengenai rentang atau masa penugasan, Haidar memastikan pendampingan akan dilakukan dalam jangka panjang. Dikatakannya, tim relawan akan mendampingi di lokasi hingga masa darurat selesai. “Tapi jangan khawatir, kami juga memiliki relawan warga lokal yang berada di lokasi bencana (red_stay) untuk keperluan koordinasi,” tandasnya.
Berdasarkan data sementara hingga Ahad (25/1/26), jumlah korban meninggal sudah menyentuh angka 25 orang. Sementara itu, 65 orang lainnya masih belum ditemukan. Musibah ini juga menyebabkan kerusakan pada 30 rumah dan berdampak pada 113 jiwa atau 34 kepala keluarga. Hingga kini, tim gabungan masih terus berusaha melakukan evakuasi dan penyisiran lokasi terdampak bencana. Warga juga diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area longsor.
Sinergi Foundation mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendoakan dan memberikan dukungan nyata demi kelancaran proses evakuasi dan pemulihan kondisi para korban. Kebaikan yang hadir di lokasi bencana hari ini lahir dari kepercayaan masyarakat yang menyalurkan infaknya melalui Sinergi Foundation. Tanpa dukungan tersebut, upaya pemulasaraan yang syar’i dan bantuan logistik yang sigap ini tentu sulit terwujud.



