Aas Aisah, adalah salah satu member Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) yang amat bersyukur mendapat kesempatan menjadi penerima manfaat dari klinik ini.

Sebabnya selama ini, Aas lebih memilih untuk melahirkan di paraji, karena adanya stigma negatif tentang tenaga medis.

“Gak di tenaga medis ya karena takut. Saudara pernah cerita kalau melahirkan, ya dijahit. Dia bilang, meski sudah pakai anestesi, tapi waktu jarum nusuk kulit itu masih kerasa. Makanya saya ga berani melahirkan di bidan, keempat anak saya sebelumnya di paraji semua,” kisah Aas malu-malu.

Kelahiran anak kelima Aas ini pun sebenarnya akan di paraji juga, namun qadarullah, covid mewabah dan suami Aas yang bekerja sebagai OB di sebuah restoran harus dirumahkan.

“Waktu itu bingung, pemasukan gak ada, biaya buat persalinan juga gak punya. Lalu disarankan saudara ke RBC ini,” tutur sang suami.

Di RBC ketakutan Aas hilang. Pelayanan yang ramah, hingga edukasi bermanfaat pun Aas peroleh.

“Setelah jadi member di sini, ternyata gak semenakutkan yang ada di pikiran saya. Bidan dan dokter di sini ramah-ramah, bahkan saya selalu diingatkan saat memberi ASI, posisi bayi harus tegak lurus dan nyaman. Meski sudah lama menjadi ibu, tapi saya minim informasi mengenai hal ini,” jelas Aas.

Alhamdulillah, hadirnya RBC menebar banyak manfaat bagi para ibu. Tak hanya memberi pelayanan medis, pun informasi amat penting bagi para ibu ini untuk mengurus buah hatinya.

Sahabat yuk bersamai terus program ini dengan berbagi kebaikan!

KLIK dailysedekah.id

Official Contact Center 081 321 200 100
www.sinergifoundation.org

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!