ramadhan, puasa, kisah hikmah, makanan berbuka, musafir, wakaf. muhammad al fatih, peradaban islam

Mengenal Wakaf di Era Muhammad Al Fatih

Sahabat pernahkah mendengar kisah Sultan Muhammad Al Fatih? Ialah Sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun.

Keberadaan Muhammad Al-Fatih ini pun telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Sepuluh tahun pasca kemenangan Islam atas Konstantinopel di bawah kepemimpinan Sang Sultan, ibukota yang tersohor sebagai gerbang utama jalur perdagangan Eropa itu berubah drastis.

Selama masa kepemimpinan sultan muda tersebut, sebagian besar wilayah Konstantinopel menjadi kawasan Imaret. Yakni tanah perwakafan yang diatasnya dibangun berbagai fasilitas umum.

Al Fatih sendiri membangun sebuah kompleks masjid besar yang dikenal sebagai Fatih Camii (bahasa Turki untuk masjid-red). Tempat tersebut menjadi pusat sebuah kulliye (menara-red) yang luas, atau kompleks institusi religius dan filantropis, yang bersama-sama membentuk sebuah vakif, atau lembaga amal.

Disamping masjid besar, kulliye Fatih Camii terdiri dari delapan madrasah (sekolah) dan ruangan tambahannya, dengan sebuah klinik (tabhane), dapur umum (imaret), rumah sakit (darussifa), penginapan (caravanserai), sekolah dasar (mektep), perpustakaan (kutuphane), pemandian umum (hamam), pasar terbuka (carsi), dan pemakaman dengan dua turbe (kuburan), salah satunya kemudian menjadi tempat peristirahatan Al Fatih. []

Source: dbs

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by