Mengapa Wakaf Harus Produktif?

Berita

Wakaf merupakan amalan yang termasuk dalam sedekah jariyah. Karena itu, harta yang diikrarkan untuk wakaf harus dijaga dan dikelola. Agar tidak habis dan dapat terus-menerus memberikan kebaikan bagi banyak orang.

“Jika anak cucu adam mati maka semua amal perbuatannya terputus kecuali tiga hal; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orangtunya.” (HR Muslim)

Namun, tidak sedikit orang yang masih mewakafkan hartanya sebagai sektor pasif. Padahal untuk dapat terus mengalir manfaatnya, wakaf harus diproduktifkan di sektor bisnis. Inilah yang kemudian disebut dengan wakaf produktif.

Wakaf produktif adalah sebuah skema pengelolaan donasi wakaf dari umat, yaitu dengan memproduktifkan donasi tersebut, hingga mampu menghasilkan surplus yang berkelanjutan. Donasi wakaf dapat berupa benda bergerak, seperti uang dan logam mulia, maupun benda tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Surplus wakaf produktif inilah yang menjadi sumber dana abadi bagi pembiayaan kebutuhan umat, seperti pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. (Depag RI: 2008)

Sumber dana abadi inilah yang kemudian akan menjadi amalan sedekah yang tak pernah terputus dan menjadi aliran pahala kekal bagi wakif (orang yang berwakaf).

Tidak seperti zakat yang penerimanya hanya terbatas pada 7 asnaf (fakir, miskin, gharimin, riqab, mualaf, fisabilillah, ibnu sabil (musafir), dan amil zakat). Wakaf dapat dimanfaatkan untuk semua lapisan masyarakat. Karena itu, kebaikan dari wakaf dapat dirasakan luas dibanding ibadah harta lainnya dengan pengelolaannya yang maksimal, profesional, produktif, transparan dan akuntabel.

Tak hanya bernilai pahala, Harta wakaf yang dikelola secara produktif, hasilnya akan memberikan solusi pada permasalahan umat. Utamanya pada masalah ekonomi yang kerap menghimpit kehidupan masyarakat kelas bawah. Bukti pengelolaan wakaf yang produktif dan berhasil, yaitu sebesar manfaat yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, utamanya oleh mauquf’alaih (penerima hasil/manfaat wakaf). Sehingga, secara otomatis mereka lebih mudah untuk diberdayakan dan mampu hidup secara mandiri.

Contoh nyata dari hal ini dapat kita lihat dari wakaf sumur yang dilakukan oleh Utsman bin Affan ra. yang telah memberikan manfaat sangat banyak bagi keberlangsungan hidup umat Islam pada saat itu hingga hari ini.

Diterangkan bahwa Usman bin Affan ra. telah mewakafkan sumur yang airnya dipergunakan untuk memberi minum kaum Muslimin di musim paceklik. Sebelumnya, pemilik sumur ini mempersulit dalam masalah harga, maka Rasulullah SAW menganjurkan dan menjadikan pembelian sumur itu sunnah bagi para Sahabat.

Setelah negosiasi yang pelik, Utsman pun dapat membeli sumur tersebut kemudian mewakafkannya untuk kaum muslimin. Per detik itu, sumur dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat, seluruh rakyat Madinah. Sumur itu menjadi sumber mata air lahan sekitarnya, hingga ditanam kebun kurma. Rakyat Madinah memanfaatkan kurma untuk berdagang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk umat.

Pohon kurma terus bertambah, hingga diwariskan dari generasi ke generasi. Dari para Khalifah, hingga Daulah Utsmaniyyah, dan terakhir dikelola oleh pemerintah Arab Saudi. Departemen Pertanian Saudi menjual hasil dari ribuan pohon ke pasar-pasar. Setengah keuntungannya disalurkan ke anak yatim.

Setengahnya lagi disimpan dalam bentuk rekening di bank atas nama Utsman Ibn Affan, dibawah pengawasan Departemen _Pertanian. Uang yang mampir di rekening Ridwanullah Utsman Ibn Affan terus membengkak, hingga pemerintah Saudi memutuskan membelikan tanah dekat Masjid Nabawi atas nama Utsman bin Affan.

Tanah tersebut dibangun Hotel bintang lima hasil wakaf Utsman. Hotel milik Utsman bin Affan pun kini berdiri kokoh di samping Masjid Nabi. Peziarah berdatangan menginap di sana, hingga omset hotelnya bisa mencapai puluhan juta per bulan. Setengah keuntungannya lagi-lagi digunakan untuk kegiatan sosial. Setengahnya lagi, disimpan di rekening atas nama Utsman bin Affan.

Subhanallah, walau jasad tertimbun tanah, namun amal Utsman bin Affan terus mengalir. Manfaatnya terus dirasakan hingga kini. Hotel dan Rekening atas nama Utsman, menjadi saksi kedermawanan sahabat nabi ini.

Source: dbs

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!