Sahabat, belakangan ini, begitu banyak musibah di sekitar kita. Entah banjir, hingga isu virus Corona yang merebak.
Dalam menanggapi masalah, muslim memiliki value-nya sendiri. Perlu kita ingat, Allah berjanji bahwa setiap kesulitan ataupun musibah yang diberikan kepada seorang hamba, tak akan melebihi kapasitas kemampuan dari hamba yang bersangkutan tersebut.
Ada kalanya, dari musibah, muncul hikmah dan faedah yang dapat dipetik oleh setiap insan.
Syaikh Aidh Al-Qarni dalam kitabnya La Tahzan menjelaskan, sesungguhnya Allah menurunkan ujian kepada seorang hamba yang saleh dari hamba-hambaNya. Musibah dan ujian diturunkan agar Allah mendengar suara doa dan permintaan dari manusia.
Namun di sisi lain, musibah dapat menggugah empati sesama manusia untuk saling merekatkan rasa berkasih sayang terhadap sesama. Tak hanya itu, manusia juga kerap kali saling mendoakan kepada yang sedang tertimpa musibah.
Setiap insan sejatinya harus menerima bahwa ujian merupakan penebusan dosa dan kesalahan, sekaligus pahala dan ganjaran di sisi Allah.
Maka, apabila setiap manusia menyadari bahwa semua musibah dan ujian adalah buat yang dapat dipetik dan dinikmati, maka sudah pasti manusia akan menghadapi musibah tersebut dengan tenang.
Sahabat, ketenangan merupakan representasi dari keimanan. Mari kita gali sedalam-dalamnya hikmah dari musibah, dan menjadi sebaik-baik muslim yang beriman.



