Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengungkap potensi wakaf tunai di Indonesia mencapai Rp 180 Triliun per tahun.

Sayangnya, potensi ini belum berjalan seperti yang diharapkan. Rendahnya literasi serta kurangnya kesadaran masyarakat akan keberadaan lembaga pengelola wakaf di negara kita menjadi salah satu penyebabnya.

Sebagai upaya meluaskan kemaslahatan wakaf untuk bangsa, Sinergi Foundation melakukan kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rabu (16/3/2022). Kunjungan ini disambut baik oleh Dr Jajang A Mahri, Dosen Senior sekaligus Pendiri Prodi Ilmu Ekonomi & Keuangan Islam, beserta jajaran dosen UPI.

Kedepan, UPI berencana mengirimkan ratusan mahasiswa dari prodi terkait agar bisa mempraktikkan ilmunya di SF.

“Saya berharap mahasiswa bisa belajar langsung bagaimana mengelola lembaga wakaf. Baik dari sisi perencanan program, fundraising, dan lainnya”, ungkap Dr. Jajang.

Ia pun menilai hal itu selaras dengan program Kampus Merdeka Belajar yang diusung Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

SF sendiri berharap para akademisi dan pakar ekonomi bisa berkolaborasi dengan lembaga ziswaf untuk mengenalkan wakaf sebagai instrumen membangun bangsa yang bisa menghadirkan kemaslahatan bersama.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Chief of Innovation PT. WakafPro99, unit bisnis dari Sinergi Foundation, yang turut memaparkan berbagai bisnis yang dikelola oleh Sinergi foundation dengan skema wakaf produktif.

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!