Kebaikan dari Menahan Amarah

Berita

Home » Berita » Kebaikan dari Menahan Amarah

Sahabat, Islam mengajarkan kita agar dalam kondisi apapun, kita harus mampu mengelola marah.

Orang yang mampu menahan marah dipuji oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang perkasa. Dikatakan demikian karena dia dapat menaklukkan marah yang bergejolak di dalam dirinya.

Satu waktu, Nabi SAW bertanya retoris kepada para sahabat, “Siapa yang kalian anggap sebagai orang yang perkasa?” Kami menjawab, “Dia yang tidak bisa dikalahkan keperkasaannya oleh siapa pun.” Nabi SAW meluruskan, “Bukan demikian. Orang yang perkasa adalah orang yang bisa menahan dirinya ketika marah.” (HR Muslim)

Akibat buruk marah salah satunya mengundang banyak musuh. Selain itu, marah juga dapat merusak iman.

Nabi SAW mewanti-wanti, “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu.”  (HR. Baihaki). Jadam adalah getah berwana hitam pekat yang aking pahitnya, dapat menghilangkan rasa manis pada madu.

Agar terhindar dari bahaya marah yang dapat meluluhlantakkan iman, Nabi SAW memberikan tip dan triknya. Beliau bersabda, “Bila salah seorang di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap juga, maka berbaringlah.” (HR Abu Daud).

Selain duduk dan berbaring untuk memadamkan api kemarahan, Nabi SAW juga mengajarkan agar berwudhu, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Sahabat, tahan amarahnya ya!

Source: Republika

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by