Sahabat, dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas bagaimana dampak Fish Bank untuk nelayan. Kini, mari kita bahas fungsi Fish Bank untuk kelestarian alam, khususnya laut kita.

Karena hakikatnya, sebelum dirasakan manfaatnya oleh nelayan, fungsi Fish Bank telah lebih dulu dirasakan oleh ekosistem laut. Menumbuhkan harapan baru untuk kehidupan laut yang lebih baik.

Fungsi Fish Bank itu tak lepas dari perannya untuk mengembalikan terumbu karang. Sebagai gambaran, mari simak hal-hal yang terjadi selama beberapa tahun silam pada laut kita.

Masifnya Pengrusakan Laut Sebelum Adanya Fish Bank

Sahabat, pengrusakan laut di negeri kita tercinta rupanya telah berjalan sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Dan pengrusakan itu terus masif dilakukan oleh tangan tak bertanggungjawab.

Penyebabnya adalah persaingan mendapat tangkapan ikan yang kian tinggi. Hingga pada 1980an, sejumlah oknum nelayan mulai menangkap ikan dengan potas dan bahan peledak berbahaya.

Kala itu, potas diyakini sebagai alat yang mudah dan murah dalam penggunaannya. Namun nyatanya, saat menggunakan potas, bahan itu justru merusak dan mengancam ekosistem laut.

Potas dan sianida adalah racun yang digunakan manusia demi menangkap ikan. Belum lagi penggunaan bahan peledak, yang diklaim ‘praktis’, tapi nyatanya malah mendzalimi makhluk dalam laut.

Pemakaian alat tangkap yang sangat tidak ramah lingkungan ini pula yang berakibat pada kerusakan ekosistem laut, terutama terumbu karang. Padahal ia adalah tempat berdiamnya ikan.

Terumbu Karang Butuh Waktu Lama untuk Tumbuh Kembali

Terumbu karang yang telah rusak menyebabkan ikan-ikan yang berdiam di sana semakin sedikit, bahkan hilang dari perairan itu. Mereka mencari ‘rumah baru’ yang lebih layak ditinggali.

Berpuluh tahun kemudian, 80% karang di Indonesia mengalami kerusakan. Untuk dapat tumbuh kembali, perlu waktu 5 ribu s.d 10 ribu tahun. Sayang sekali, padahal kehadirannya penting untuk ‘rumah’ makhluk laut.

Sebab itu, adanya terumbu karang buatan bermanfaat untuk kembali melestarikan laut kita. Dari sanalah kemudian Fish Bank hadir untuk menjadi solusi permasalahan ini, dengan menjadi pengganti terumbu karang dan menjaga keberlanjutan kehidupan laut.

Fungsi Keberadaan Program Ini

Fish Bank adalah karya original dari nelayan binaan Sinergi Foundation di Pantai Bomo – Banyuwangi. Fish Bank yang merupakan karang buatan ini terbuat dari bambu, tali ijuk, dan batok kelapa. Bentuknya dibuat seperti piramida agar tidak ada sampah yang menyangkut.

Setidaknya, fish bank ini memiliki dua fungsi:

1. Menjadi habitat baru makhluk laut
2. Transplantasi terumbu karang

Fish Bank menjadi tempat berlindung baru bagi ikan, dan tempat memijah telur-telur bagi ikan. Selain itu, ia juga menarik jenis-jenis ikan yang hilang untuk kembali ke perairan tersebut.

Namun terpenting, bahannya yang tahan lama dan alami, membuat Fish Bank mampu melahirkan koloni terumbu karang buatan. Alhamdulillah, di Pantai Bomo dan Badean Banyuwangi, sebanyak 240 Fish Bank telah ditanam di laut.

Mari dukung kelestarian laut melalui program Fish Bank. Anda bisa menunaikan zakat di link berikut ini >>> KLIK DI SINI <<<

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!