Dampak Fish Bank untuk Nelayan – Sahabat, Fish Bank adalah salah satu program dari Sinergi Foundation yang tujuannya meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Caranya dengan rehabilitasi sumber daya perikanan, laut, dan pesisir.

Bagaimana program ini berjalan dan seperti apa dampak Fish Bank untuk nelayan perlu diketahui selama keberjalanannya? Inilah yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Sebelum membahas dampak Fish Bank, mari kita ketahui dahulu masalah-masalah yang menggerogoti laut kita. Sehingga kita bisa paham kenapa Fish Bank hadir sebagai solusi masalah tersebut.

Ini Dia Problem Laut Kita

Tahukah sahabat, Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kekayaan hayati laut. Tak main-main, ada 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang.

Bahkan dari ribuan jenis spesies yang mendiami laut kita, beberapa di antaranya adalah hewan langka yang dilindungi. Di antaranya dugong, hiu paus, pari manta, penyu, dan lain-lain.

Sayangnya, kerusakan alam begitu masif di laut kita. Terumbu karang yang dikenal sebagai rumah makhluk laut, disebut rusak 80%-nya akibat ulah-ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab.

Entah sebabnya dari polusi laut, penangkapan ikan dengan peralawatan yang merusak kelestarian terumbu karang, sampah, dan lain-lain. Akibatnya, makhluk laut enggan berdiam di laut kita.

Kerusakan terus terjadi setiap tahun. Ini berdampak pada tangkapan ikan yang semakin sedikit oleh para nelayan. Padahal, nelayan adalah profesi termiskin di Indonesia sehingga masalah ini menjadi krusial.

Mereka kerap melaut berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, tapi usahanya tidak setimpal. Hasilnya tidak bisa dipakai untuk merencanakan masa depan, sebab hanya cukup untuk kebutuhan harian.

Sebab itu, hadirlah Fish Bank. Ini adalah apartemen ikan yang ditanam para nelayan di Pantai Bomo Banyuwangi untuk mentransplantasi terumbu karang. Terbuat dari bahan alami seperti batok kelapa, ijuk, dan bambu.

Dampak Fish Bank: Sebelum & Sesudah

Ratusan Fish Bank ditanam di laut, dan hasilnya telah mereka rasakan beberapa bulan setelah program ini dijalankan pada 2020. Bukan hasil yang instan, karena perlu kerja keras dan kesabaran.

Tapi dari Fish Bank, nelayan sudah bisa melihat cahaya harapan. Di delapan bulan berjalannya program, ikan-ikan mulai berkumpul di sekitar Fish Bank, bahkan menjadi tempat pemijahan telur ikan.

Lalu setelahnya, mereka tak perlu melaut jauh. Kini dengan jarak 2-3 kilometer saja dari pesisir, para nelayan Pantai Bomo ini bisa menangkap gurita, cumi, kakap merah, dan lainnya yang dulu langka sekali.

Sebelum adanya program Fish Bank

1. Biaya melaut sangat besar karena harus berminggu-minggu berlayar ke Selat Bali atau Madura
2. Perlu melaut dengan waktu hingga 5 bulan untuk memenuhi minimal pendapatan
3. Pencemaran laut dan kerusakan terumbu karang membuat ekosistem ikan hilang
4. Budaya sedekah belum terbangun
5. Tangkapan ikan hanya sekitar 1-5 kg sekali melaut

Sesudah adanya program Fish Bank

1. Biaya operasional semakin murah dan tidak merugian nelayan karena mereka tidak perlu lagi melaut jauh
2. Waktu melaut lebih singkat, dan ada waktu berkumpul dengan keluarga dan masyarakat
3. Mulai tumbuh terumbu karang baru dan kesadaran untuk menjaga alam
4. Ada program Cahaya Sedekah Nelayan, membuat nelayan rajin berbagi dengan sesama
5. Hasil tangkapan ikan bisa mencapai 10-15kg sekali melaut

Itulah dia pembahasan terkait dampak Fish Bank untuk nelayan dan laut kita tercinta. Sahabat bisa mendukung program ini dengan menunaikan zakatmu. Klik >>> DI SINI <<<

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!