Berita

Senyum Kayla, dan Kesabaran Orang Tua Penderita Down-Syndrome

Gadis mungil itu bernama Kayla, berusia 5 tahun. Sejak lahir, dia sudah mendapatkan kasih sayang Allah dengan mengirimkannya pada dua orang tua yang sangat perhatian dan menyayanginya, yaitu Ade Wahyudi dan Siti Khodijah. Orang tuanya memiliki hati yang sangat besar, bersabar walau harus menerima kenyataan bahwa Kayla divonis down-syndrome. Bayi mungil yang hadir ditengah-tengah keluarga kecil ini…

Baca selengkapnya

didieto20 Oktober 2016

Berita

Mempererat Kesolidan Tim, Sinergi Foundation Gelar Family Gathering

mempererat-kesolidan-tim-sinergi-foundation-gelar-family-gathering

SF-UPDATES,– Demi mempererat tali silaturahim, Sinergi Foundation (SF) menggelar Family Gathering di Taman Hutan Raya (Tahura) Dago Pakar, Sabtu (15/10/2016). Hampir seluruh karyawan beserta keluarganya ikut serta dalam kegiatan ini. “Selain untuk mempererat tali persaudaraan, ini pun sebagai bentuk capaian positif yang diraih SF selama ini. Juga, bentuk terimakasih atas kiprah teman-teman yang telah bersedia…

Baca selengkapnya

didieto17 Oktober 2016

Berita

Yuk Ikuti Talkshow Parenting RBC

talkshow-parenting-rbc

SF-UPDATES,– Tak terasa, komitmen Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa telah menjejak usia 12 tahun. Kini, guna menyegarkan derap perjuangan RBC tersebut, Sinergi Foundation menggelar Tausiyah dan Seminar Parenting bertajuk ”Dedikasi untuk Ibu dan Generasi”, yang termasuk dalam rangkaian Milad ke-12 RBC. Acara akan dilaksanakan pada: Hari: Selasa, 25, Oktober 2016…

Baca selengkapnya

Tagged

didieto11 Oktober 2016

Berita

Mahasiswa BPB 4 Promosikan Program Lumdes di Kompetisi Seminar Expo And Campaign IPB

mahasiswa-bpb-4-promosikan-program-lumdes-di-kompetisi-seminar-expo-and-campaign-ipb

SF-UPDATE,– Eko Ruslamsyah salah satu penerima beasiswa Sinergi Foundation bersama Tim dari UPI Bandung mempromosikan program Lumbung Desa di ajang Sharia Economic At Seminar Expo and Campaign 2016 Institut Pertanian Bogor, Jumat (09/09/2016). Problem kemiskinan merupakan permasalahan krusial di Indonesia. Salah satu penyebabnya diakibatkan karena ketimpangan jumlah penduduk miskin di kota dengan di desa. Di…

Baca selengkapnya

didieto22 September 2016

Berita

Tiga Tahun Berkiprah Green Kurban Tanam 18.501 Bibit Pohon

… dalam kurun waktu 2013-2015 sendiri, Green Kurban telah menanam sejumlah 18.501 bibit pohon melalui pola kemitraan, dengan skala prioritas di wilayah pesantren, sebagai sentra dakwah dan juga tempat-tempat khusus di pelbagai pelosok negeri.

 

Jelang Idul Adha 1437 H (2016), Green Kurban – Sinergi Foundation kembali menyapa kita. Sebuah inisiatif program Kurban Plus Penghijauan, dimana dari satu hewan yang Anda kurbankan, turut ditanam satu pohon sebagai ikhtiar hijaukan bumi.

Ima Rachmalia, CEO Sinergi Foundation, mengatakan bahwa dalam kurun waktu 2013-2015 sendiri, Green Kurban telah menanam sejumlah 18.501 bibit pohon melalui pola kemitraan, dengan skala prioritas di wilayah pesantren, sebagai sentra dakwah dan juga tempat-tempat khusus di pelbagai pelosok negeri.

”Sejumlah 18.501 bibit pohon yang kami tanam, merupakan buah sinergis masyarakat peduli melalui program Green Kurban dan Program Sedekah Pohon Produktif, yang juga digagas Sinergi Foundation,” Ungkap Ima Rachmalia.

Ima menambahkan, bahwa total kepedulian yang dihimpun sampai dengan tahun 2015 lalu mencapai 13.730 hewan kurban (setara kambing/domba), dengan akumulasi penerima manfaat mencapai satu juta warga miskin, terpencil, rawan gizi dan wilayah minus lainnya di negeri ini. “Dari Aceh hingga Papua. Bahkan melintas ke negeri jiran, wilayah minoritas muslim di Pattani (Thailand), dan Kamboja,” tambah Ima.

Di Pondok Pesantren Salafiyah Miftahul Ridwan, Kasomalang – Subang, misalnya. Seribu pohon buah sudah disemai di tanah kosong, milik pesantren. Kyai Sofyan, sang pengasuh pondok begitu antusias dengan program ini. Ia tak sekadar menunaikan amanahnya untuk menanamkan seribu pohon tersebut di lahan kosong, melainkan mengedukasi santri akan hikmah menanam pohon tersebut.

“Saya umpamakan santri itu seperti benih. Ia dirawat sedemikian rupa, diberikan asupan pemahaman yang benar. Kelak, santri itu harus bisa bertahan saat ditanam di lahan yang masih kosong sekalipun,” ungkap Kyai Sofyan.

Kyai Sofyan menambahkan, bahwa pohon yang ditanam di pesantrennya adalah jenis pohon buah: jambu air dan jambu batu. Beberapa sudah ada yang berbuah. Walaupun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Namun, bukan perkara memetik buahnya yang menjadi fokus dari Kyai Sofyan. Melainkan, hikmah apa yang dapat dipetik para santri saat menanam dan menjaga pohon tersebut.

 “Jiwa ketakwaan itu, bisa diraih bila hatinya tidak tergantung dan menggantungkan pada dunia. Tidak berharap kepada selain Allah. Dan bagaimana mungkin jiwa ketakwaan itu bisa diraih manakala seseorang masih mengharap belas kasih dari manusia? Mengharap apa yang telah ia perbuat, harus ada balas jasanya?” terangnya.

 Seribu pohon produktif itu ditanam di areal tanah pesantren seluas hampir satu hektar. Sebanyak 670 pohon ditanam di lingkungan pesantren dan sekira 300-an diberikan kepada pesantren cabang Miftahur Ridwan yang ada di Cijere-Subang. Sisanya ia bagikan ke masyarakat setempat, kurang lebih ke 25 kepala keluarga. Dengan syarat, lahan yang ditanam itu tidak akan diganggu gugat oleh pembangunan.

Kyai Sofyan memprediksikan bila pohon-pohon yang ditanam di pesantren sesuai dengan harapan, maka buah yang dipetik bisa mencapai satu ton. Dan itu benar-benar sangat membantu kondisi finansial pesantren, yang saat ini hanya bertopang pada 150 ribu untuk membayar beban keseharian santri.

Pelbagai upaya pun dikerahkan demi mendapatkan hasil yang maksimal. Semisal tiap seminggu mengontrol dan mencabuti rumput liar. Atau sepertiga bulan sekali memberi pupuk kandang. Semuanya dilakukan santri mudanya. Bagi Kyai Sofyan sebetulnya ia sedang memberikan pelajaran tanggung jawab dan memelihara kepercayaan.

 

Doa Pengharapan

CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia mengatakan, bahwa menanam pohon kini tampak biasa. “Dampaknya, memang tak akan langsung terasa. Butuh waktu cukup, untuk menuai hasilnya. Boleh jadi nanti di era generasi pelanjut cita-cita, pohon itu kelak akan terasa manfaatnya. Maka yakinkan, dengan doa dan sejuta harapan, benih pohon yang sekarang  ditanam, kelak akan menjadi warisan tak terperi bagi semesta, pun anak-cucu kita nanti,” katanya.

Green Kurban sendiri, menurut Ima, hanyalah bentuk Ikhtiar kecil, yang diharapkan dapat mendorong dan menginspirasi gerakan kolektif yang lebih besar, lestarikan alam raya.

“Karenanya kami mengajak seluruh kaum Muslimin untuk bergabung bersama ribuan pekurban lainnya dalam program Green Kurban. Dengan demikian, Ibadah Kurban bukan hanya sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang direfleksikan dengan hewan sembelihan. Namun, juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan.” pungkas Ima.

(SF)

didieto9 September 2016

Berita

Majelis Inspirasi dan Sinergi Foundation Gelar Kajian Bertajuk Ngaji Ngajak-ngajak

SF-UPDATE,– Majelis Inspirasi bekerja sama dengan Sinergi Foundation menggelar kajian bertajuk Ngaji Ngajak-ngajak di Hotel Malaka jalan Halimun No.36 Bandung, Selasa (06/09/2016). Pada kesempatan itu, Ustaz Dudi Muttaqien sebagai pemateri membahas ihwal pentingnya mengingat kematian. Hadir dalam kesempatan itu, selebritas Daan Aria yang turut memandu keberlangsungan kajian.  “Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang…

Baca selengkapnya

didieto8 September 2016

Berita

Garis Arsir Kurban dan Penghijauan

SF-UPDATE,– Menanam pohon kini tampak biasa. Dampaknya, memang tak akan langsung terasa. Butuh waktu cukup, untuk menuai hasilnya. Boleh jadi nanti di era generasi pelanjut cita-cita, pohon itu kelak akan terasa manfaatnya. Maka yakinkan, dengan doa dan sejuta harapan, benih pohon yang sekarang  ditanam, kelak akan menjadi warisan tak terperi bagi semesta, pun anak-cucu kita…

Baca selengkapnya

didieto7 September 2016

Berita

Sinergi Foundation Gelar Silaturahim Anak Yatim “Berbagi Bersinergi: Cinta Lingkungan”

sinergi-foundation-gelar-silaturahim-anak-yatim-berbagi-bersinergi-cinta-lingkungan

SF-UPDATES,– Sebanyak 100 anak yatim dhuafa binaan Sinergi Foundation (SF) hadir dalam silaturahim “Berbagi Bersinergi: Cinta Lingkungan”, di auditorium Bandung Trade Center (BTC), Sabtu (3/9/2016). Manajer funding SF, Kosim Akbar menyatakan kegiatan ini tak hanya dijadikan sebagai momen santunan, tapi juga edukasi mengenai lingkungan. “Saat ini lingkungan hijau kita tengah tergerus, banyak yang dijadikan alih…

Baca selengkapnya

didieto5 September 2016

Berita

Rekah Senyum di Kampung Cibaeud

Badai Pasti Berlalu, mungkin kalimat itulah yang cocok untuk menggambarkan kondisi masyarakat di Kampung Cibaeud Desa Cigalontang Tasikmalaya kini. Pasalnya, selipatan episode silam, kampung terisolir dan terintimidasi ini selayang kerap dipandang sebelah mata.   Tak sedikit dari masyarakat Cigalontang yang menjadi kurang percaya diri atau takut bertemu satu sama lain, apalagi dengan orang-orang di luar…

Baca selengkapnya

didieto2 September 2016

Berita

Baban Sarbana: Lumdes, Ikhtiar Pelanjut Bangsa Penuhi Janji Kemerdekaan

SF-UPDATE,– usai menjadi salah satu pemateri di acara Seminar Lumbung Desa, founder Kampung Zimba Baban Sarbana turut memberikan sepenggal testimoni terkait program yang digagas Sinergi Foundation ini. Menurutnya, Lumdes ini serupa ikhtiar pelanjut bangsa, penuhi janji kemerdekaan. “Gerakan Lumbung Desa ini salah satu inovasi memberikan kontribusi untuk Indonesia dari desa,” kata Baban di Bandung, Ahad…

Baca selengkapnya

didieto30 Agustus 2016

1 268 269 270 271 272 286
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!