Dalam Al Quran, secara tegas Allah berfirman tentang makna bersyukur dalam kehidupan manusia.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)

Bersyukur adalah salah satu bentuk keimanan seorang mu’min kepada Rabbnya. Menunjukkan rasa syukur tidak hanya menggelar acara makan-makan atau mentraktir teman-teman di restoran saja. Menunaikan zakat dari harta pun bentuk rasa syukur atas kenikmatan yang telah Allah limpahkan.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS Al Baqarah: 172)

Lantas bagaimana menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah atas karunia nikmat tersebut?

Ternyata caranya dengan memanfaatkan nikmat tersebut untuk menambah ibadah dan amal shaleh.

Misalnya, jika diberi nikmat sehat, berarti gunakan sehat jasmani dan jiwa kita untuk berbuat baik. Jika mendapat nikmat usia panjang, berarti manfaatkan untuk menambah tabungan amal. Dan jika mendapat karunia limpahan harta, maka gunakan untuk berzakat.

Karunia nikmat tak cukup disyukuri dengan ucapan hamdalah, tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan karunia tersebut untuk berbuat baik kepada sesama.

Meski besarannya hanya 2,5%, namun tak sedikit pula yang merasa enggan untuk mengeluarkan. Padahal kelak di akhirat, Allah akan meminta pertanggung jawaban atas seluruh harta yang diperoleh dan dipergunakan selama hidup di dunia.

“Maka kalian pasti akan ditanya pada hari itu (akhirat) tentang semua nikmat.” (QS At Takatsur:8)

Sahabat, mari jadikan zakat sebagai bentuk syukur kita atas segala kenikmatan yang telah kita terima hingga detik ini.

Untuk kamu yang dikaruniai limpahan rezeki harta, yuk zakat sekarang 😀

www.sinergifoundation.org

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!