Belajar meneladani hidup dari Pak Ateng, menjadi disabilitas itu bukan berarti hidup dengan banyak keterbatasan. Sebab, di setiap kekurangan yang Allah titipkan, di dalamnya terselip banyak pelajaran yang niscaya bisa menjadi kekuatan baru untuk kita.

Meski terlahir sebagai tuna-netra, Ateng Fahrudin tidak menyerah begitu saja. Ia tetap bekerja sebagaimana kemampuan yang dimilikinya.

Ia membuka jasa pijat panggilan bagi yang membutuhkan. Sementara istrinya, bertugas sebagai ART. Untuk menghidupi keluarga dan anak-anak yang masih sekolah, penghasilan Pak Ateng dan istri seringkali tidak cukup.

“Tapi Allah selalu kasih jalan memang untuk mencukupi kebutuhan hambanya”, kata Pak Ateng saat menerima bantuan sembako dari tim Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM).

Alhamdulillah, bantuan yang diterima Pak Ateng ini membuatnya lebih berdaya. Semua bantuan yang diterima berasal dari dana zakat yang Sahabat titipkan.

Yuk bayar zakatnya sekarang dan mari ringankan beban banyak orang!

Zakat DISINI

Transfer zakat :
BSI 700 097 4107 a.n Sinergi Foundation

Official Contact Center 081 321 200 100

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!