Tumbuhnya ketertarikan untuk mempelajari zakat di bangku perkuliahan tidak selalu berbanding lurus dengan minat untuk terjun langsung ke dunia filantropi dan menjadi amil di lapangan. Tantangan inilah yang menjadi salah satu perhatian teman-teman dari Forum Zakat melalui program Zakat Goes To Campus (ZGTC).
Dalam rangka memperkuat pemahaman sekaligus membangun semangat generasi muda terhadap gerakan zakat, tim ZGTC melakukan kunjungan silaturahmi dengan Sinergi Foundation. Pertemuan yang dihadiri oleh delapan peserta, termasuk Fawzi selaku Project Leader ZGTC, berlangsung hangat melalui sesi diskusi dan sharing mengenai kondisi pengelolaan zakat saat ini, khususnya dari perspektif para amil yang terlibat langsung di lapangan.

Salah satu topik yang dibahas adalah bagaimana membangun kembali kepercayaan generasi muda terhadap gerakan zakat di tengah maraknya framing negatif dan berbagai pemberitaan yang kurang positif mengenai lembaga zakat. Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan mengenai strategi, tantangan, serta peluang dalam meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat terhadap zakat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Sinergi Amil Zakat – Sinergi Foundation Waeli Mohdan berbagi pengalaman mengenai dinamika dunia zakat, karakteristik generasi muda khususnya Gen Z, serta perjalanan beliau yang berawal dari seorang mahasiswa hingga akhirnya mengabdikan diri di dunia filantropi Islam. Melalui pengalamannya, tercermin bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Pertemuan ini pun turut menjadi ruang untuk mengajak generasi muda bersama-sama membumikan dan menyebarluaskan pemahaman tentang zakat. Sebab, bekerja di lembaga zakat bukan sekadar menjalankan profesi, melainkan juga menjadi bagian dari ikhtiar ibadah dan pelayanan kepada umat. Harapannya, semakin banyak anak muda yang tidak hanya memahami zakat secara konsep, tetapi juga tergerak untuk berkontribusi langsung dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang lebih kuat, profesional, dan berdampak.



