“Jarang a, paling ibu ge hari-hari makan tempe jeung lalapan. Kengeng daging kurban teh biasana ka angge 3 dinten,” ucapnya sambil tertawa.
Bu Ade (70), warga Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kec. Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, mengingat kembali kapan terakhir ia menyantap daging, akibat sudah terlalu lama tidak mampu membelinya.
Ia berencana mengolah daging kurban dengan masakan khas Sunda, Gepuk atau Semur, agar bisa dinikmati anak-anak dan cucunya di lebaran kurban ini.
Jazakumullah Sahabat. Amanah daging kurbanmu sudah kami sampaikan ke masyarakat pelosok yang jarang menikmati daging.
Kamu masih bisa kurban lewat transfer:
💳 BSI 700 546 3108 an Sinergi Foundation
Untuk informasi dan konfirmasi di:
📞 081-321-200-100



