Sahabat, tahu nggak perkataan Imam Syafi’i yang berbunyi: Ilmu adalah buruan, dan menulis itu pengikatnya.

Perkataan itu merujuk pada anjuran untuk mencatat saat pergi ke majelis ilmu, agar ilmu yang kita dapatkan tidak menghilang begitu saja.

Dan perkataan ini dipraktikkan oleh banyak peserta Kajian Mustahik pada Sabtu (20/9) kemarin. Kalau Sahabat hadir di Masjid Raudhoh Cikutra hari itu dan turut mengikuti kajian, Sahabat pasti bisa melihat sendiri bagaimana tekunnya para peserta mencatat ilmu yang disampaikan Ustadz Ahmad Zulfahmie.

Dengan serius, mereka menyimak materi dengan tema “Pertolongan Allah dengan Sabar dan Shalat”. Sesekali, tangan mereka mencatat hal-hal yang dirasa penting untuk selalu diingat.

Dalam kajian hari itu, 200 peserta diajak untuk lebih memaknai sabar dan shalat. Bahwa sabar bukan berarti pasrah pada keadaan, dan shalat lebih dari sekadar perintah. Pemahaman yang begitu penting dimiliki setiap Muslim agar bisa tumbuh lebih baik setiap harinya.

Bila dimaknai lebih baik, kehadiran Kajian Mustahik pun lebih dari sekadar agenda rutin bulanan. Melainkan, sebuah ruang yang bantu warga dapatkan ketenangan dan ketentraman dalam majelis di tengah semua lika-liku kehidupan yang mereka hadapi.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!