SINERGI FOUNDATION – Mak Ining dan senyumnya di awal Ramadan.
Jauhnya dari hiruk-pikuk keramaian, membuat Kampung Cirancana, RT002/RW003 Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya seolah begitu tertinggal. Rata-rata warganya hidup mengandalkan serabutan dengan menjadi buruh kebun atau sawah.
Kondisi demikian bisa terlihat dari rumah yang begitu sederhana, hampir semua berjenis panggung. Satu di antara pemilik rumah itu adalah Mak Ining yang usianya menginjak 70 tahun.
Sehari-hari, Mak Ining hanya mengandalkan serabutan. Entah itu panggilan untuk membantu bikin kerupuk, atau pergi ke sawah.
“Biasanya yang menyuruh itu bikin kerupuk kriting, kerupuk inul, ke kebun cengek, bonteng, atau ngored (ngarit), ngarambet (nyabut rumput liar di sawah),” kata Mak Ining, Selasa (12/3) di rumahnya.
Untuk biaya bayar listrik, kebutuhan rumah dan makan sehari-hari yang ia andalkan hanya dari serabutan itu dan pemberian dari anak yang tinggal di kampung sebelah. Sedangkan suaminya meninggal sekitar 3 tahun lalu.
Kisah Suwardi dengan Perjuangannya Melipat Jarak Antara Lembang-Cisaranten
“Dulu abah usaha manggul kai (buruh pikul kayu). Bayar listrik dari buruh ngarit, ngarambet, bayar air dari itu juga. Makan juga dari situ,” katanya.
Saat Sinergi Foundation menyalurkan titipan dari donatur berupa bingkisan sembako Ramadan, ia begitu senang. Mendoakan agar para donatur senantiasa diluaskan rezeki.
“Sangat senang banget. Emak terima. Buat yang ngasih bingkisan ini semoga sehat selalu, diluaskan rezekinya, harta yang diberikan Allah ganti dengan yang lebih baik,” pungkas Mak Ining.
Yuk tunaikan segera!
Klik 👉🏻 www.sinergizakat.id
