Wakaf Produktif di Singapura, Patut Dicontoh – Wakaf produktif agar dapat menghasilkan surplus berkelanjutan maka harus dikelola dalam bentuk bisnis. Baik itu kuliner, properti, hingga wisata. Sebab, surplus hasil pengelolaan inilah yang kemudian akan menunjang program sosial untuk menyejahterakan umat.

Hal ini dapat kita lihat dari cara pengelolaan wakaf produktif di Singapura. Melalui Warees Investment Pte Ltd. Warees merupakan perusahaan manajemen aset wakaf dibentuk oleh MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura), aset wakaf dikelola secara komersial sehingga lebih menghasilkan. Bahkan pada pada perjalanannya turut merevitalisasi aset wakaf yang tidak produktif agar lebih produktif.

Sebab beberapa tahun ke belakang sebagian besar aset wakaf di Singapura dikembangkan dalam bentuk yang tidak produktif, seperti untuk masjid dan madrasah. Aset-aset wakaf yang tidak produktif tersebut, oleh Warees direvitalisasi atau direnovasi menjadi aset wakaf produktif di Singapura.

Contoh Wakaf Produktif di Singapura

Misalnya seperti masjid Bencoolen. Dilansir dari Republika, masjid ini direvitalisasi menjadi masjid modern dengan 3 tingkat bangunan komersial dan 12 tingkat apartemen yang memiliki 103 unit apartemen lengkap dengan berbagai fasilitasnya.

Demikian juga dengan Masjid al Huda yang terletak di Jalan Haji Alias, direvitalisasi menjadi masjid dengan struktur modern dan bangunan vila 3 lantai sebanyak 6 unit. Bahkan masjid ini masjid dapat menampung jamaah dua kali lipat dari sebelumnya (dari 200 menjadi 350). Dibuat pula area khusus untuk perempuan, kantor, dan fasilitas lain.

Pun wakaf Red House dari Sheriffa Zain Alsharoff Alsagoff, anak dari Syed Mohamad Alsagoff dan istrinya yang bernama Sharifah Alaweah turut direvitalisasi oleh Warees. Yang awalnya terdapat 6 properti pada kompleks redhouse yaitu 5 toko dan 1 bangunan ikonik redhouse. Melalui skema Warees, kompleks ini dikembangkan menjadi 42 unit residensial, 5 toko, 1 bakery, dan 1 open gallery.

Dilansir Republika, dari jumlah 156 aset wakaf yang ada di Singapura dengan nilai S$769 juta, Warees mengelola sebanyak 85 aset wakaf, sisanya sebanyak 71 aset wakaf dikelola oleh mutawalli (nazhir).

Penyalurannya bahkan hingga ke luar negeri. Sebagai contoh tahun 2014 telah disalurkan untuk penerima manfaat wakaf sebanyak S$2.823.223. Dari jumlah tersebut, sebanyak S$355.021 disalurkan ke luar negeri.

Mari Contoh Singapura!

Sahabat, inilah contoh wakaf produktif dengan pengelolaannya yang luar biasa. Indonesia pun bisa melakukan hal serupa bahkan lebih baik dalam mengelola wakaf produktif. Insya Allah, turut berkontribusi dalam menyejahterakan bangsa kita.

Di Sinergi Foundation, sejumlah aset wakaf produktif dikelola dalam bisnis kuliner, properti, hingga multimedia. Untuk kemudian, hasilnya disalurkan dalam program pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan pemakaman gratis.

Mau berkontribusi dalam wakaf produktif? KLIK >>> DI SINI <<<

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!