Meski Indonesia memiliki potensi wakaf yang besar, sayangnya masih belum produktif. Selain karena keterbatasan dana juga belum diimbangi dengan kapasitas pengelola harta benda wakaf (nazhir) yang memadai.
Guna mengakselerasi peningkatan kapasitas nazhir, Sinergi Foundation melalui Wakafpreneur Academy (WAKAFA) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf bersama mitra resmi LSP dan BWI dari tanggal 25-26 Mei 2022 lalu.
Pada pelatihan tersebut peserta tak hanya mendalami materi fiqh wakaf, rukun wakaf, dan jenis-jenis wakaf saja. Tapi juga memahami pengelolaannya, sehingga aset berupa harta atau benda wakaf dapat menghasilkan kebaikan bagi sesama.
Project Manager WAKAFA, Abdul Azis berharap, pelatihan dan serifikasi ini tak hanya meningkatkan kualitas peserta sebagai nazhir wakaf, tapi juga memotivasi peserta untuk kreatif dalam mengembangkan wakaf. Sehingga manfaat yang dihasilkan dapat ditebar luas di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, WAKAFA mengundang ahli dan pakar di bidang wakaf sebagai narasumber. Seperti Prof. Dr. Nurul Huda, SE., MM., M.Si. (Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI), Dr. Hendri Tanjung, MBA., Ph. D (Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI)), dan Asep Irawan (CEO Sinergi Foundation, Wakafpreneur, Praktisi pengelolaan wakaf berorientasi Peradaban, Asesor LSP BWI).
www.sinergifoundation.org



