Kehidupan rumah tangga pastinya tidak hanya dihiasi dengan romantisme dan perasaan berbunga-bunga setiap harinya. Masalah akan hadir sewaktu-waktu; terkadang sebesar kerikil, di lain waktu sebesar bukit. Dan kehadirannya dapat menggoreskan luka batin pada pihak yang terlibat, khususnya wanita yang kerap dikatakan perasaannya lebih mendominasi.

Sayangnya, tidak semua luka itu bisa sembuh sendiri, Sahabat. Bukan karena kesalahan mereka yang terluka, melainkan karena memang perlu proses yang lebih panjang. Perlu pemahaman dan langkah yang tepat untuk menyembuhkannya.

Untuk itulah hadir kajian Curhatin bagi para muslimah yang tengah kesulitan sembuhkan luka di hati karena masalah rumah tangga. Lewat kolaborasi bersama Sinergi Foundation dan beberapa pihak lain, tersedialah wadah bagi muslimah untuk mencari ilmu dan ketenangan batin.

Kajian bertema “Membasuh Luka, Mendekap Cintanya” ini digelar Ahad (4/5) pagi di Masjid Trans Studio Bandung. Peserta yang hadir diajak menyelami sisi spiritual dan medis dari luka yang mereka miliki. Perspektif medis dibahas secara khusus oleh pemateri tamu, dr. Sabilla.

Dalam kesempatan ini, tim Sinergi Foundation mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah sebagai bagian dari proses penyembuhan batin. Salah satunya melalui ibadah kurban, yang tidak hanya ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi sarana berbagi untuk sesama. Melalui ibadah ini, kita dapat membantu menyembuhkan luka sosial saudara-saudara kita di pelosok negeri yang jarang sekali merasakan daging kurban.

Sinergi Foundation mengajak seluruh jamaah untuk membuka hati, memperkuat empati, dan turut serta dalam program “Sedekah Kurban“. Kajian ini diharapkan menjadi titik awal gerakan kebaikan yang menyentuh lebih banyak hati dan memperluas manfaat hingga ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan.

Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah besar untuk mendekat kepada-Nya, menyembuhkan luka-luka batin, dan membagikan cinta kepada sesama ya, Sahabat.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!