ramadhan,, shaum, puasa

Shaum Mendidik Disiplin

Shaum Ramadhan merupakan sarana untuk mendidik kedisiplinan. Sayangnya justru kurang mendapat perhatian. Sebagai contoh ketika adzan subuh jam 4. 30, tidak ada yang berani makan sahur jam 4.31. beda satu menit saja tidak berani. Alangkah baiknya itu diterapkan dalam kerja sehari-hari.

“Ramadhan ini sebenarnya pembinaan disiplin yang sangat luar biasa. Kalau salat biasa ada yang terlambat satu jam, masih ada ruang yang dimaafkan. Tapi shaum ini sahur lewat satu menit setelah azan subuh tidak bisa. Buka kurang dari dua menit tidak bisa,” kata Dewan Pembina Sinergi Foundation, KH. Dr. Saiful Islam Mubarok Lc, beberapa waktu lalu.

Untuk itu Ustadz Saiful mengajak umat Islam untuk membina kedisiplinan selama shaum dan menerapkannya setelah Ramadhan berlalu. “Jadi, hikmahnya yang paling utama adalah pembinaan kedisiplinan di hadapan Allah, selain pelatihan kesabaran dan merasakan yang dirasakan oleh orang banyak,” tambahnya.

Tidak sedikit orang yang melaksanakan shaum tetapi hanya merasakan lapar dan haus. Ustadz Saiful melihat ini sebagai tidak dijiwainya ibadah shaum. Lapar dan hausnya tercapai tetapi tidak mengambil manfaat dari shaum itu sendiri.

Ramadhan Ibarat Kompetisi

Bisa munculnya daya tarik untuk kompetisi karena disebut sebut amal saleh pada bulan Ramadhan nilainya berlipat. Bahkan disebutkan sampai 10 kali lipat amal ibadah. Yang tentunya pada bulan ramadhan saat berlipat nilainya dikejar nilai tersebut, tentu bisa mengejar yang besar kalau memang yang kecil tercapai kan. Bagaimana bisa mengejar yang besar kalau yang kecil tidak tercapai.

Untuk meraih kelipatan nilai pada bulan ramadhan hendaklah dilakukan sejak sekarang, agar kita sampai pada waktu untuk berlomba di bulan Ramadhan. Dan perlombaan itu dipersiapkan tidak hanya bulan ramadhan, setiap saat berlomba dalam kebaikan,” terang Ustadz Saiful.

Hanya karena saat ramadhan disebut-sebut paling istimewa umat Islam begitu bersemangat mengejar berbagai keutamaan Ramadhan. “Mudah-mudahan kaum muslimin ramadhan sekarang ini tidak hanya minggu pertama semangatnya, sampai akhir. Lebih-lebih lagi menjelang akhir ramadhan, merasakan bertemu lagi tidak dengan ramdhan. Kalau sekiranya tidak dimanfaatkan sebaik mungkin ramadhan sekarnag sampai akhir, boleh jadi ramadhan terakhir, mestinya kan begitu. Diharapkan di awal semangat, pertengahan lebih semangat, dan akhir puncak semangat. Dan yang seperti itulah yang akan membekas hasil ibadah ramadhan diluar ramadhan,” tandas Ustadz Saiful. []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by