Sahabat, familiar dengan istilah “inner child”? Inner child, anak kecil yang bersembunyi dalam diri kita. Sadar atau tidak, “anak kecil” ini memberikan pengaruh pada diri kita saat ini.
Kajian Curhatin yang diselenggarakan di Masjid Al-Lathiif pada Ahad (7/9) mengajak muslimah untuk mengenal lebih dalam soal inner child ini. Bukan sekadar mengenal, kajian bertajuk “Inner Child: Kenal dan pulih dari luka batin masa kecil” ini, peserta juga diajak untuk memeluk dan menyembuhkan inner child dalam diri masing-masing.

Litasari N. Husna, pegiat kesehatan mental muslimah, menyebut inner child menetap di alam bawah sadar setiap orang dan muncul dalam bentuk perasaan, pikiran, dan perilaku negatif.
Inner child yang tidak dipahami dan ditangani dengan baik dapat menghambat perkembangan diri dalam hal pembuatan keputusan dan merespon masalah.
Memulihkan luka batin saat kecil yang mewujud sebagai inner child mungkin bukan perkara mudah. Litasari menyatakan, cara memulihkannya mencakup ikhlas dan berdamai dengan diri sendiri, berhenti mencari pihak yang salah, sampai fokus pada berbagai hal yang perlu diperbaiki dalam diri.
Peserta yang hadir dalam kajian hari itu tidak sekadar memulihkan luka batin, melainkan juga mengetahui kondisi fisik melalui layanan cek dan konsultasi kesehatan gratis. Bidan Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) melayani setiap peserta yang berminat melakukan cek kesehatan dengan sepenuh hati.

Tim RBC pun mengajak setiap muslimah untuk terus meningkatkan kepedulian, kepekaan, dan solidaritas dengan sesama. Caranya dengan saling membantu warga melalui sedekah, zakat, dan dana kebaikan lainnya.



