Ramadhan semakin dekat. Sebuah perjalanan panjang untuk meraih kemenangan. Tentu, perjalanan panjang itu harus disiapkan sebaik mungkin.
Namun, persiapan itu bukan hanya berkaitan dengan materi. Bukan tentang menyiapkan uang untuk panganan saat puasa, tiket pulang kampung, sampai baju baru untuk lebaran nanti.
Tapi ada persiapan lain yang lebih penting, sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat terlebih dulu saat menyambut Ramadhan.
-
Rajab
Kini kita berada di Bulan Rajab. Salah satu bulan haram (mulia). Apa yang harus kita lakukan pada bulan seperti ini? Ada dua hal yang harus diperhatikan, Jangan berbuat dosa padanya, karena akan dilipat gandakan. Semangat Rajab adalah: menjaga diri dari dosa. -
Sya’ban
Dan aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan kecuali Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau puasa paling banyak dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu banyaknya hari-hari di Sya’ban yang dipuasai Nabi dengan puasa-puasa sunnah. Sya’ban adalah bulan Nabi menganjurkan untuk kita isi dengan banyak berpuasa.
Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya Allah memeriksa (hamba) di malam pertengahan Sya’ban. Dia mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang yang musyrik atau bertikai.” (HR. Ibnu Majah)
Dan jangan lupa melunasi hutang puasa ramadhan sebelumnya sebelum kita memasuki Ramadhan ini. Aisyah ra berkata, “Saya mempunyai hutang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu menggantinya kecuali pada Bulan Sya’ban dikarenakan kesibukanku (melayani) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sahabat, jika di dua bulan Rajab dan Sya’ban kita siapkan sebaik mungkin, maka Ramadhan akan menjadi sangat istimewa. Karena Ramadhan adalah gabungan antara meninggalkan dosa dan hal-hal yang membatalkan Ramadhan dan melakukan amal sebanyak-banyaknya.
(Source : Kajian Ust. Budi Ashari, Lc.)



