Rezeki memang sudah Allah atur. Karena itu tidak istilahnya rezeki yang tertukar atau direbut orang lain sebab Allah telah menetapkan kadar rezeki setiap orang, bahkan sewaktu manusia masih dalam kandungan ibunya.
Rasulullah bersabda, ”Kemudian diutuslah Malaikat kepadanya (janin). Malaikat itu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan untuk menuliskan empat kalimat (ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah baginya), yaitu: (1) rezeki, (2) ajal, (3) amal perbuatan dan (4) (apakah nantinya dia termasuk) orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang berbahagia (masuk surga).” (HR Muslim no. 6893)
Tinggal bagaimana ikhtiar kita untuk menjemput rezeki tersebut dengan cara-cara yang sesuai tuntunan syariat Islam. Hal ini menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan kaum muslim untuk berpangku tangan dan diam tidak bekerja dengan alasan semua telah ditakdirkan oleh Sang Maha Kuasa. Melainkan diharuskan untuk memaksimalkan ikhtiar kemudian bertawakal kepada Allah.
Jika memang sudah ditentukan, lantas apa yang menyebabkan kita sulit memperoleh rezeki?
Nah, coba evaluasi diri ya Sahabat. Siapa tahu ada kealpaan yang pernah dilakukan sehingga menjadi sebab penutup pintu rezeki yang sudah Allah sediakan. Dilansir dari republika.co.id. menurut Abu Abdullah Muhammad bin Abdurrahman bin Umar al-Wishabi al-Husyaibi dalam kitab al-Barakah fi Fadhl as-Sa’yi wa al-Harakah ini, ada beberapa faktor penghalang rezeki yang diakibatkan oleh ulah para pencari rezeki itu sendiri.
Agar rezeki kembali mengalir deras, maka sebaiknya selalu menjaga diri dari pekara-perkara buruk yang menyebabkan tertutupnya pintu rezeki. Di antara perkara-perkara tersebut adalah,
1. Tidak mampu menjaga lisan sehingga mencela ciptaan Allah
Adapun hal yang tidak boleh kita cela adalah waktu, angin, hujan, hingga fenomena alam apapun. Karena mencela fenomena tersebut, sama dengan mencibir Sang Pembuatnya. Seorang sahabat dikisahkan pernah mengadu kepada Rasulullah SAW perihal rezeki yang seret. Barangkali engkau pernah mencela angin, ungkap Rasul.
2. Bersikap kikir
Ibnu Abbas RA pernah bertutur, menolak memberi ragi menyebabkan kefakiran dan pelit berbagi air hanya akan membuahkan penyesalan. Penegasan ini juga disampaikan dalam hadis Rasul bahwa ada lima hal yang mesti berbagi, bila tidak maka ia akan terhalang dari kebaikan kelak di akhirat, yaitu air, garam, api, jarum, dan ragi.
3. Terlalu banyak tidur
Selain tidak baik untuk kesehatan karena dapat mengganggu metabolisme dan gangguan kesehatan lainnya, ternyata tidur di waku pagi dapat menghambat rezeki. Karena pagi adalah saat-saat orang-orang memulai aktivitasnya dan saat itu banyak dibukakan pintu rezeki.
4. Berbuat zalim dan maksiat
Orang yang berlaku zalim dan sering melakukan kemaksiatan tentu akan memutus jalan rezeki, mengurangi keberkahan usia, menghilangkan cahaya pada wajah, dan mengantarkan pada siksa neraka.
5. Terjerumus dalam praktik riba
Rasulullah menyatakan, harta yang diperoleh dari praktik riba sekalipun tampaknya bertambah, sejatinya harta tersebut semakin berkurang. Karena keberkahan hilang pada harta hasil praktik riba.
Dari Jabir Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya, dan Beliau bersabda, ‘Mereka itu sama.’” (HR Muslim, no. 4177)
6. Berlaku curang
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (QS Al Muthaffifîn:1-6)
7. Berkhianat
Berkhianat, seperti ditegaskan oleh Rasul dalam sebuah riwayat, akan mendatangkan kefakiran.Begitu sebaliknya, komitmen menjaga amanat merupakan daya magnet luar biasa atas rezeki.
8. Bersikap tamak
Walaupun dengan bersikap tamak bisa menimbun banyak harta duniawi, namun sayangnya harta tersebut malah akan menjadi pemberat di akhirat kelak. Sebab harusnya, rezeki yang berkah mengantarkan pemiliknya ke dalam surga.
“Sesungguhnya dinar dan dirham telah membinasakan orang-orang sebelum kalian dan keduanya juga membinasakan kalian.” (HR Al Bazzar, V/51, no. 1612 dengan sanad jayyid)
Demikian perilaku-perilaku tercela yang menjadi penghalang rezeki, sehingga membuat pelakunya kesulitan memperoleh rezeki yang telah Allah tetapkan. Semoga kita selalu diberi kemampuan untuk membenahi diri sehingga mempermudah ikhtiar kita dalam mencari rezeki yang halal dan thayyib ya, Sahabat.
Source: dbs



