Nelayan Pantai Bomo awalnya menjalani hidup layaknya nelayan pada umumnya; menghabiskan sebagian besar waktu mengarungi lautan untuk menjaring ikan. Mereka terbiasa berpasrah pada keadaan, menerima berapa pun ikan atau hasil laut yang tersangkut di jaringnya untuk dibawa pulang dan dijadikan modal bertahan hidup.

Namun, setelah diperkenalkan pada program Fish Bank Indonesia, mereka mengetahui cara melaut yang baru.

Mereka tak lagi harus terombang-ambing dalam waktu lama dengan hasil yang tak pasti di laut lepas.

Kini, mereka hanya perlu berangkat ke bagan masing-masing setiap malam dan mengangkat jaring pada setiap waktu yang telah ditentukan.

Bagan sendiri merupakan bangunan sederhana dari bambu yang menjadi tempat nelayan berdiam menanti jaring penuh terisi ikan setiap harinya.

Di bagian atasnya, terdapat susunan bambu yang menjadi pijakan saat nelayan berlalu lalang dan duduk menunggu. Ada pula semacam ruangan kecil yang bisa digunakan untuk bernaung saat hujan atau angin kencang, yang di dalamnya juga diisi generator penyuplai listrik.

Sebuah lampu yang cukup besar dipasang di bawah ruangan tersebut untuk penerangan. Bagan tersebut juga memiliki jaring yang dapat ditarik secara otomatis ketika sudah terisi banyak ikan.

Percaya tidak, Sahabat, rangka sederhana yang bisa Sahabat lihat pada gambar di atas berhasil memberikan manfaat besar pada kehidupan nelayan.

Alhamdulillah, berkat zakat yang Sahabat salurkan untuk program Fish Bank Indonesia, nelayan Pantai Bomo bisa menjadi lebih mandiri dan berdaya.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!