Siti Mariah (52) sedang bersiap-siap mengajar para santrinya di sepetak ruang berukuran kira-kira 3×5 Meter saat kami menemuinya Jumat Siang (23/7) di daerah Dago Bengkok, Bandung.
Ruangan ini didapatnya dari mengontrak. Sebelumnya, Maria, sapaan akrabnya, hanya mampu menjamu santri-santrinya di rumah kecil yang juga menampung ia dan suami beserta ke 5 anaknya.
“Rumah kami mulai terasa pengap, apalagi suami juga produksi cuanki sendiri dirumah untuk dijual keliling. Jadi biar sama-sama nyaman, saya beranikan untuk ngontrak tempat khusus”, katanya.
Pandemi yang membuat banyak orang kalang kabut dengan urusan ekonomi, tak membuat Maria demikian. Ia berani mengeluarkan uang lebih dari penghasilan yang padahal kian berkurang semenjak wabah.
Jangan tanya berapa penghasilannya dari mengajar ngaji, sebab ia pun tidak mematok tarif sama sekali. Ada yang bayar, ada yang bahkan tidak.
Suaminya baru selesai melakukan isoman setelah positif covid beberapa hari lalu. Pemasukan kian berkurang. Namun langkahnya tak pernah padam demi menghidupi anak-anak dan terus menjadi penerang bagi 50 santrinya.
Mari berdonasi bantu Bu Maria dan mereka yang bernasib sama di pandemi ini!
Donasi di sini
Info lebih lanjut :
Whatsapp/Telepon 081 321 200 100
