Kami selalu bersungguh-sungguh dalam menebar manfaat kebaikan dari Sahabat seluas-luasnya.

Salah satu buktinya bisa Sahabat lihat pada penyaluran hewan Green Kurban pada Idul Adha 1445 H. Tahun lalu, kami mendistribusikan hewan kurban hingga ke pelosok Maluku, tepatnya Kabupaten Buru, dengan bantuan mitra. Mitra kami yang juga seorang asatidz itu bernama Ustadz Maptuh Supriadi.

Melalui laporan Ustadz Maptuh yang melaksanakan misi distribusi tersebut, kami mendapat gambaran mengenai realita di Kabupaten Buru. Ia memaparkan, bahwa daerah tersebut tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kalau saya amati langsung hampir 60 persen masyarakat miskin baik masyarakat adat asli Pulau Buru dan orang asli Pulau Buru yang keluar dari wilayah adat, 20 persennya kelas menengah yang ini mayoritas transmigrasi orang Jawa,” ungkap Ustadz Maptuh melalui saluran WhatsApp, Senin (10/6/2024).

Menurut Ustadz Maptuh, 40% dari masyarakat yang tergolong miskin itu merupakan mualaf.

Inilah yang menjadi alasan kami memilih daerah di Kabupaten Buru sebagai titik distribusi. Penyaluran kurban tidak hanya menjadi sarana berbagai daging kurban, melainkan juga sebagai bentuk syiar Islam ke daerah yang cukup banyak dihuni mualaf.

Momen kurban ini bisa menjadi cara bagi mereka untuk menambah dan memperdalam pengetahuan tentang Islam. Tahun ini pun, terdapat beberapa daerah yang kami pilih sebagai calon titik distribusi dengan alasan tersebut.

Yuk, berpartisipasi dalam penyebaran syiar Islam lewat distribusi hewan kurban ke daerah-daerah pelosok!

Klik www.greenkurban.com.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!