Lembut dan ramah.

Begitu kesan MinSi ketika bertemu dengan Bu Ratna Ningsih secara langsung. Tak tampak pada wajahnya segala kesulitan dan pahitnya kisah hidup yang sudah pernah ia cicipi dalam 65 tahun hidupnya.

Bayangkan, Sahabat. Di usianya yang sudah senja dan meski menderita penyakit asam urat, Bu Ratna tetap tegak berdiri dan terus mencari nafkah untuk keluarganya. Enam hari dalam seminggu, ia berjalan kaki menjajakan dagangannya. Meski hasilnya tak seberapa, setidaknya bisa untuk menyambung hidup.

Semangat juangnya yang tinggi semua bersumber dari kehadiran dua orang cucunya yang telah menjadi yatim piatu. Segala upaya Bu Ratna kerahkan demi merawat keduanya.

Tapi tak banyak yang bisa ia lakukan dengan kondisinya. Ia terpaksa mengajak cucu kesayangannya tinggal di kontrakan yang jauh dari kata layak. Ia berusaha keras memenuhi setiap kebutuhan dengan penghasilan yang hanya berkisar 1 juta rupiah per bulannya.

bu Ratna menggunakan bantuan dari kebaikan Sahabat sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya

MinSi bisa tahu betapa bersyukurnya ia atas bantuan yang didapat dari setiap kata yang diucap Bu Ratna. Bagaimana ia mengucap terima kasih, bagaimana ia melafalkan doa tulusnya.

Dan dalam kata-kata itu tersimpan pula tekad untuk semakin tegar menjalani hidup dan mencari penghasilan demi keluarga kecilnya.

Semoga selalu ada kemudahan yang menyertai perjuangan Bu Ratna dan kita semua, di jalan yang kita tapaki masing-masing.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!