“Karena Mereka Tak Punya Siapa-siapa, Selain Kita”

Bayangkan jadi anak kecil…
Bangun pagi tanpa ayah yang menyapa, tidur malam tanpa ibu yang mendekap.
Hari-hari mereka sunyi. Tapi mereka tetap tersenyum, berharap masih ada yang peduli.

Hari ini, kita bisa menjadi alasan mereka tersenyum lebih lebar.

Melalui program “Bahagiakan Anak Yatim”, kami mengajak Anda menghadirkan kebahagiaan yang mungkin sudah lama mereka rindukan:

  • Bingkisan Makanan – untuk mengisi perut yang sering kosong dan hati yang rindu kehangatan.
  • Baju Baru – agar mereka percaya diri dan merasa istimewa seperti anak-anak lainnya.
  • Event Ceria dan Bermanfaat – agar mereka bisa tertawa, belajar, dan merasa disayangi sepenuh hati.

(Event Bahagiakan Anak Yatim di Tahura Bandung)

(Event Bahagiakan Anak Yatim di Tahura Bandung)

Setiap donasi Anda adalah pelukan hangat bagi mereka yang kehilangan.
Setiap rupiah adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri.

Mari ulurkan tangan, ringankan duka, dan hadirkan bahagia.

 

*Disclaimer:
80% dana yang terhimpun melalui program ini akan disalurkan untuk program Pengadaan Ambulance untuk Dhuafa, 20% untuk kegiatan syiar dakwah kelembagaan, sebagaimana yang tercantum dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan.

Tak Ingin Bebani Sang Nenek yang Sudah Renta, Reyhan Bertahan dengan Sepatu yang Sudah Kurang Layak Pakai hingga Terima Sepatu Baru dari Kebaikanmu

Tak semua anak cukup beruntung untuk tumbuh di bawah asuhan ayah dan ibu yang penuh kasih. Reyhan, seorang siswa kelas 1 SMK, punya cerita sendiri soal ini.

Barangkali, tidak ada ingatan yang tertinggal di kepala Reyhan tentang sosok ayah dan ibunya. Ayahnya pergi sejak Reyhan masih berada dalam kandungan, sementara sang Ibu merantau ke Jawa demi pekerjaan ketika Reyhan berusia 1 tahun dan tidak pernah kembali.

Sosok yang menemani dan menopang dirinya tumbuh hingga saat ini adalah sang nenek. Dengan usia yang sudah semakin lanjut dan fisik yang semakin renta, sang nenek terus bekerja sebagai buruh cuci dan setrika. Semua permintaan pekerjaan diambilnya tanpa memedulikan kondisi tubuh.

Bagi sang nenek, Reyhan bukanlah sekadar tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Reyhan adalah kebanggaannya. Prestasi Reyhan di sekolah, perilaku baiknya sehari-hari, sudah cukup menjadi alasan bagi Nenek untuk terus berjuang.

Apalagi, Reyhan tidak begitu saja meninggalkan neneknya berjuang seorang diri. Seringkali, Reyhan berusaha meringankan beban sang nenek dengan bekerja membersihkan makam di Taman Makam Pahlawan.

Reyhan tak banyak mengeluh, sepatu yang sudah robek dan tak lagi layak pakai pun terus dikenakannya karena tak ingin membebani neneknya.

Hingga kebaikan menghampirinya dalam bentuk bantuan sepatu dan buku tulis baru. Kebaikan yang lahir dari aksi nyata Sahabat untuk meringankan perjuangan Reyhan dan anak-anak lain yang kesulitan.

Sahabat, kamu juga bisa berpartisipasi untuk melahirkan kebaikan.