Alhamdulillah, Masjid Ramah Gempa Hadir di Sembalun

Ratusan warga tampak antusias mengikuti prosesi serah terima Masjid Bambu Nurul Hikmah
Dusun Lauk Rurung Barat, Desa Sembalun Bumbung, Kec. Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 30 Maret 2019.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Semai Sinergi Umat (Sinergi Foundation) H. Sepriyanto dan Pegiat Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) Hj. Fauziati, selaku Inisiator Program Masjid Ramah Gempa. Pun tokoh masyarakat, unsur pemerintah dan alim ulama Sembalun Bumbung, yang tak ingin melewatkan momentum langka, peresmian Masjid Bambu Nurul Hikmah. Masjid Ramah Gempa berbahan dasar bambu, dengan rancangan berbasis kearifan lokal Sembalun, yang sarat makna dan inspirasi.

“Saya sampaikan, bahwa paska gempa, ini adalah Masjid pertama yang didirikan di Wilayah Sembalun, dengan rancangan yang mengakomodir kearifan lokal,” kata Murnaji, Ketua Panitia lokal pembangunan Masjid Bambu Nurul Hikmah dalam sambutannya.

Selain bahan dasar bambu dominan, lanjut Murnaji, desain Masjid berkapasitas ratusan Jamaah ini sarat makna Filosofis. Misalnya, kata Murnaji, Lima tiang penyangga utama berbahan Bambu jenis Betung, yang melambangkan rukun Islam yang Lima.

“Tiga anak tangga di tiga pintu menuju Masjid, melambangkan hubungan manusia dengan lingkungan, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya, Allahu Ta’ala,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Bambu Nurul Hikmah, Saenti menyampaikan bahwa konsep unik masjid ramah gempa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar, yang sebagian di antaranya masih trauma. “Jamaah merasa tenang melaksanakan ibadah, tanpa khawatir jika gempa sewaktu-waktu tiba,” katanya.

Tak hanya unik, Masjid yang dibangun di atas tanah wakaf seluas 444 meter persegi paska gempa dahsyat yang mengguncang Lombok sepenggal waktu lalu ini, sarat dengan program dakwah, sebagai upaya memakmurkannya.

Program kajian keislaman yang rutin dihelat, juga menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. “Dua kali sepekan, kami menggelar kajian umum keislaman. Itu belum termasuk program harian belajar membaca Al Quran lepas subuh dan maghrib, untuk semua kalangan,” ungkap Sarjana Pertanian cum guru di SMK Sembalun ini menerangkan.

Ia mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari upaya memakmurkan Masjid Ramah Gempa, amanah donasi para donatur untuk korban gempa di Sembalun. Melihat antusiasme warga, ia optimis Masjid Bambu Nurul Hikmah bisa menjadi sentra dakwah Islam di kawasan Sembalun, sekaligus inspirasi Masjid di wilayah rawan gempa lainnya di negeri ini.

Saenti mewakili warga Dusun Lauk Rurung Barat mendoakan, “Semoga menjadi amal jariyah yang mengalirkan pahala tak berkesudahan bagi para donatur dan siapa saja yang terlibat dalam inisiasi pembangunan dan upaya memakmurkan Masjid ramah gempa ini.”

(hbs/sf)

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by