Hari ini, informasi apa yang tidak tersebar dengan cepat? Mulai dari cuitan bercanda hingga berita terkini, hanya dalam hitungan detik sudah tersebar luas.
Sayangnya di antara berjuta-juta informasi itu, turut terselip informasi yang tak benar, bahkan mengandung kebohongan (hoax). Walaupun kita tidak menuliskannya dan hanya ikut membagikan, ternyata tetap akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah kelak.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al Isra: 36)
Rasulullah bahkan menyebutnya sebagai pendusta. “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR Muslim)
Karena itu saat menerima sebuah informasi, lakukan tabayyun terlebih dulu. Jangan tergesa-gesa menyebarkan informasi kepada orang lain. Allah bahkan selalu mengingatkan kita untuk memeriksa suatu informasi secara teliti dengan mencari bukti kebenaran informasi tersebut.
“Wahai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu informasi, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Hujuraat: 6)
Sebab alih-alih memberi pengetahuan, informasi atau berita yang tidak benar justru menjadi fitnah yang menimbulkan gunjingan (ghibah). Dan ini dapat menyebabkan dosa yang lebih berat.
Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Jangan pula kalian memata-matai dan saling menggunjing. Apakah di antara kalian ada yang suka menyantap daging bangkai saudaranya sendiri? Sudah barang tentu kalian jijik padanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha menerima taubat dan Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat: 12)
Pun Rasulullah menyatakan dalam haditsnya, “’Tahukah engkau apa itu ghibah?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau berkata, ‘Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.’ Beliau ditanya, ‘Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?’ Jawab Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.’” (HR Muslim)
Karena itu Sahabat, sebelum menerima dan akan menyampaikan sebuah informasi, telaah kembali sumbernya. Apakah memang valid atau tidak. Sebab, informasi yang salah akan menimbulkan mudharat.
Sumber: DBS
