Selain membina para petani dengan berbagai kegiatan pengembangan di sistem pertanian, program Lumbung Desa juga turut membina usaha yang tengah dijalankan oleh masyarakat desa.
Pembinaan ini bisa berupa pelatihan pengembangan skill dan juga peminjaman modal usaha bagi mitra di desa binaan Sinergi Foundation. Pinjaman modal ini berbentuk Qardhul Hasan, yaitu pinjaman tanpa bunga sama sekali.
Salah satu yang merasakan manfaatnya baru-baru ini adalah Ibu Ade Nurhasanah, seorang penjual seblak di Desa Kiarasari, Kec. Compreng, Kab. Subang, yang merupakan daerah binaan Lumbung Desa.
Dari berjualan seblak, keuntungan yang biasa dihasilkan dalam seharinya berkisar Rp 100.000. Penjualan Bu Ade terhitung lancar dalam kurun 1 tahun ini.
Ia berniat merambah produk jualannya agar pembelinya lebih banyak. Tercetuslah ide untuk menambah jualan jagung bakar di kedainya.
Namun, Bu Ade masih terkendala modal usaha. Sebab penghasilan yang ia dapatkan sehari-hari hanya bisa mengakomodir kebutuhan keluarganya.
Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada, melihat dari kondisi ekonomi Bu Ade serta peluang usaha kedepan yang ingin ia kembangkan ini, Pendamping Lumbung Desa Compreng, Kang Feri, memutuskan untuk meminjamkannya modal usaha sebesar Rp 1 Juta.
Doakan semoga usaha yang dikembangkan oleh Bu Ade berjalan lancar dan berkah ya, Sahabat!



