Kaki palsu bagi difabel bukan sekadar alat yang membantu mereka untuk beraktivitas. Tapi juga memotivasi untuk menggapai cita-cita. Seperti yang dirasakan oleh Nindi.
Nindi terlahir dengan kondisi tubuh yang berbeda. Jari-jari kedua tangannya berlainan dan Nindi tak memiliki kaki kanan. Sebelum mendapat bantuan kaki palsu pertamanya beberapa tahun silam, Nindi bergantung sepenuhnya pada gendongan sang ibu.
“Kalau berangkat sekolah atau ke masjid, itu digendong sama ibu. Sebab untuk membeli tongkat atau kursi roda harganya mahal, untuk membeli juga agak kesulitan karena penghasilan suami juga dari supir elp,” kisah Bu Nonoh.
Kendati memiliki keterbatasan fisik, Nindi tak menyerah mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang desainer pakaian atau animator. Karena itu, meski walau mengalami perundungan dari beberapa teman sekelasnya, Nindi tak putus asa untuk bersekolah. Sebab ada cita-cita yang ingin ia gapai saat tumbuh dewasa nanti.
Kaki palsu yang diterima Nindi saat usianya menginjak 10 tahun kini tak lagi layak digunakan. Selain karena rusak, juga tak sesuai dengan tinggi badan Nindi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur Sinergi Foundation, melalui kebaikan bapak dan ibu, Nindi bisa memiliki kaki palsu yang lebih baik untuk sekolah,” tutur Bu Nonoh sambil tersenyum.
Sahabat yuk bantu lebih banyak difabel dengan berbagi! Siap #ProduktifBersama program sosial Sinergi Foundation? KLIK dailysedekah.id
