Kali ini, Green Kurban menyambangi Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah. Sebuah daerah di perbatasan antara Indonesia-Malaysia, nun jauh di Kalimantan Utara.

Desa ini terletak tepat di belakang Kampung Lourdes, kampung yang didominasi perantau dari NTT dan penganut Nasrani. Setiap minggu, keras terdengar suara lonceng gereja. Warga Sungai Limau yang memang kurang mampu dan pemahaman Islamnya belum baik, jadi sasaran empuk pendangkalan akidah oleh misionaris.

Untunglah ada Masjid Nurul Ibadah, tonggak umat dalam mempelajari Islam. Sayang, mereka sendiri serba kekurangan, tertatih mendanai masjid. Sejak 13 tahun lalu, tidak pernah ada kurban di masjid ini.

Sempat, kurban diusahakan oleh imam masjid pertama. Namun qadarullah, belum sempat dana terkumpul, Allah SWT telah memanggil beliau. :’)

Alhamdulillah, tahun 2020 ini, mimpi beliau terwujud. Ada satu sapi kurban dari para donatur untuk warga setempat. Kurban yang menjadi syiar, tentang indahnya Islam, berbagi dengan saudara seiman, dan pentingnya kita memegang teguh akidah kita.

Warga yang jarang sekali menikmati daging pun, bisa tersenyum bahagia di hari Idul Adha.

Masya Allah sahabat, yuk terus hadirkan senyum bagi warga tapal batas Indonesia, tahun depan, dan tahun-tahun berikutnya!

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!