Wabah COVID-19 terus menjatuhkan banyak korban. Sebagai seorang muslim, selain menguatkan ikhtiar kesehatan, kita pun dianjurkan banyak berdoa.

Menurut Ibnu Qayyib Al Jauziyyah, doa adalah obat yang banyak manfaatnya. Doa juga menangkal bala, dan mencegah musibah.

Doa adalah senjata orang mukmin. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, dan sinar langit dan bumi.” (HR Hakim)

Menurut Ibnu Qayyim, ada tiga kategori keterkaitan doa dengan musibah:

  1. Apabila doa lebih kuat, musibah bisa ditolak

  2. Apabila doa lebih lemah daripada musibah, seseorang akan terus dirundung musibah. Meskipun demikian, walaupun lemah, doa masih bisa sedikit meringankan.

  3. Apabila sama-sama kuat, musibah dan doa akan saling menolak.

Dalam Kitab Al Hakim, diriwayatkan sebuah hadits dari Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

“Kewaspadaanmu tidak ada gunanya dalam menghadapi takdir. Doalah yang berguna untuk mengantisipasi musibah yang turun maupun yang belum turun. Sesungguhnya musibah ketika turun dihadapi oleh doa dan keduanya bertarung hingga Hari Kiamat.”

Dalam kitab tersebut, juga diriwayatkan hadits dari Tsauban, di mana Rasulullah bersabda:

“Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang menambah amal pahalanya kecuali kebaikan. Sesungguhnya seseorang tidak memperoleh rezeki, mungkin saja karena dosa yang ia lakukan.”

Wallahu a’lam bish shawwab. []

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!