“Dijadikan indah pada pandangan (manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran: 14)
Alkisah, hidup seorang lelaki yang memiliki dua kebun anggur yang amat luas dan subur. Kedua kebunnya selalu menghasilkan panen melimpah. Maka tak heran jika ia memiliki kekayaan yang luar biasa.
Sayangnya, harta yang begitu melimpah ini tidak diikuti dengan sikap dermawan. Banyaknya harta justru menimbulkan sikap congkak dalam diri sang pemilik kebun.
Suatu hari, si pemilik kebun bertemu dengan sahabatnya. Berbanding terbalik, sahabat si pemilik kebun merupakan orang miskin.
Segera setelah bertemu, si pemilik kebun justru menyombongkan kekayaan serta kedudukannya di masyarakat. Sahabatnya yang miskin hanya tersenyum menanggapi perkataan yang baru ia dengar.
Tak puas hanya berbicara, si pemilik kebun mengajak sahabatnya itu ke kebunnya, lalu berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembali kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu,”
Terkejut mendengar penuturan sahabatnya, sang pria miskin itu segera mengingatkan. Bahwa kebunnya merupakan rezeki dari Allah dan tak sepatutnya ia berbicara seperti itu. Sebab, jika Allah menghendaki, Allah akan mengambil kembali apa yang telah dititipkan padanya.
Namun nasihat ini tak jua didengar. Si pemilik kebun menyangka semua yang dihasilkan kebunnya adalah jerih payahnya sendiri.
Keesokan harinya, apa yang diperingatkan pria miskin itu nyata. Tiba-tiba kedua kebunnya rusak. Tanaman di dalamnya roboh berantakan. Air sungai yang mengairi kebun surut. Harta kekayaan si pemilik kebun pun binasa.
Melihatnya, si pemilik kebun pun jatuh tertunduk. Ia ditimpa penyesalan yang teramat sangat. “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku,” ujarnya menangis tersedu.


